Selamat Hari Bhayangkara!!

Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli adalah Hari Kepolisian Nasional. Menurut informasi yang dilansir Wikipedia, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) mempunyai semboyan Rastra Sewakotama, yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. POLRI mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah hukum Indonesia. Tugas tersebut antara lain : memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam dunia pemasaran, sudah semestinya brand atau merek mampu menciptakan “polisi”-nya sendiri. Hal ini dapat diwujudkan melalui proses penciptaan advocate customer alias pelanggan yang loyal. Untuk menciptakan advocate customer, ada beberapa tahap yang mesti dilalui. Tahapan ini dapat disebut sebagai customer path, yaitu 5 A yang terdiri dari awareness, appeal, ask, act, dan advocate.

Ketika brand telah berhasil menciptakan advocate customer, maka secara otomatis mereka akan hadir sebagai “polisi” yang akan menjaga keamanan, memberikan perlindungan, dan pelayanan terhadap brand itu sendiri. Bagaimana bisa?

Mudahnya, kita ambil contoh berikut. Pada era digital, kebanyakan brand telah memiliki digital channel untuk berinteraksi maupun berkomunikasi dengan target pasarnya. Umumnya, platform yang digunakan adalah sosial media, seperti facebook, instagram, twitter, dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri, interaksi digital yang terjadi akan sangat beragam, baik terhadap warganet yang pro maupun kontra terhadap brand.

Nah, umumnya, ketika warganet yang kontra melakukan “serangan” terhadap brand, maka secara otomatis warganet yang pro (advocate customer) akan melakukan gerakan pengamanan, perlindungan dan “pelayanan” terhadap brand tersebut. Advocate customer akan berupaya optimal akan memulihkan “kekacauan” yang ditimbulkan. Tentu saja perlu diingat, “polisi” yang baik adalah yang menggunakan data dan tindakan yang benar berdasarkan fakta yang ditunjukkan oleh brand yang bersangkutan.

Jadi, sangat penting bagi sebuah brand untuk mengasah kemampuannya menciptakan advocate customer sebagai “polisi-polisi” yang akan berkontribusi aktif “mengamankan-melindungi-dan melayani” citra positif brand-nya. Namun demikian, memelihara interaksi dengan warganet yang kontra dengan brand pun harus tetap dijaga keseimbangannya. Karena, tanpa mereka, “polisi-polisi” sebuah brand akan bersifat pasif dan akan sulit diketahui keberadaannya. Sepakat?

Selamat Hari Bhayangkara ! Kami percaya POLRI akan semakin profesional menjalankan peran pentingnya dalam menjaga keamanan dan penegakkan hukum di Indonesia.

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat