Sejarah Content Marketing (Bagian II)

Content Marketing Institute (CMI) menyebutkan sejarah content marketing terus berkembang seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia teknologi.

Memasuki tahun 1895, perusahaan mesin pertanian, konstruksi dan kehutanan, John Deere merilis majalah pelanggan bernama The Furrow. Dilanjutkan dengan produsen ban Michelin yang mengembangkan “The Michelin Guides”. Buku 400 halaman tentang panduan menjaga mobil dengan sampul merah yang ikonik.

Kemudian, pada 1904, brand Jell-O menerbitkan buku resep gratis yang berkontribusi terhadap kenaikan penjualannya sebesar 1 juta dollar pada tahun 1906. Kemudian pada 1950, televisi pun hadir menjadi salah satu media baru pemasaran.

Memasuki tahun 1990-an internet hadir membawa serangkaian perkembangan baru dunia digital. Perlahan platform pesan instan hingga media sosial bermunculan. Iklan-iklan merambah ke dunia digital dengan berbagai jenis konten.

Misalnya, brand Blemdtec (2007) yang membuka kanal Youtube bernama Will it Bland. Videonya ditonton sebanyak 235 juta kali dan telah menghasilkan 910 ribu pelanggan.

Lalu ada P&G yang merilis situs beinggirl.com. Atas konten yang menarik dan bermanfaat bagi para remaha, situs ini menjadi strategi pemasara yang lebih efektif menjaring pelanggan dibanding iklan tradisional miliknya.

Hingga 2010, sebanyak 88 persen merek menggunakan content marketing dan 25 persen budget pemasaran mereka dikeluarkan untuk content marketing.

Apakah Anda salah satu perusahaan yang juga menggunakan content marketing?

 

 

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat