Sate Domba Afrika, Kelezatan Unik Ala Afrika

Sekarang ini, tak sulit untuk menemukan rumah makan yang menyajikan sate domba afrika. Kedai sate ini kian banyak bertebaran di bilangan Jakarta. Sesekali, Anda harus mampir untuk mencicipi uniknya rasa sate domba afrika.

Domba Lokal

Sebutan ‘Afrika’ pada sate domba afrika bukanlah merujuk pada jenis domba yang digunakan. Melainkan, merujuk pada negara asal sajian ini, yaitu Mali, Afrika Barat. Untuk jenis domba yang digunakan pada hidangan ini, kebanyakan pemilik kedai sate domba afrika menggunakan domba-domba lokal yang masih berusia muda (lamb).

Tidak seperti kebanyakan sate, Anda tidak akan menemukan tusukan pada sate domba afrika. Sate ini disajikan berupa potongan kecil daging domba, seperti pada menu kambing guling. Meski tanpa tusukan, kelezatannya tak kalah dengan sate kambing umumnya. Rasa gurih dan dagingnya yang sangat empuk dijamin akan menggelitik lidah Anda.

Rahasia kelezatan sate ini terletak pada proses pengolahannya yang cukup memakan waktu, terutama saat pemanggangan. Potongan besar daging domba harus dipanggang di atas bara selama kurang lebih 45 menit. Daging pun harus dibolak-balik selama dipanggang agar daging tidak hangus, pemanggangannya merata, dan mengeluarkan minyak. Kemudian, daging diungkep dalam panci tanpa air ataupun campuran bumbu selama kurang lebih satu jam untuk menurunkan kandungan lemaknya.

Bartender

Sebelum dihidangkan, daging dipotong kecil dan dimasukkan dalam panci bersama campuran bumbu, garam, dan bawang bombai. Selanjutnya, Anda akan menyaksikan atraksi layaknya bartender yang mencampur minuman. Panci yang berisi campuran daging dan bumbu akan diputar-putar dan dikocok-kocok hingga daging dan bumbu tercampur rata dan meresap. Barulah, sate siap dihidangkan dengan taburan irisan bawang bombai. Bawang bombai ini diyakini dapat menetralkan lemak domba.

Keunikan lain dari sate ini adalah keberadaan pisang tanduk goreng sebagai menu pendampingnya. Memang, di negeri asalnya, sate domba ini selalu disajikan bersama pisang goreng yang dibubuhi sedikit garam. Anda bisa menikmati sensasi rasa unik dari perpaduan gurihnya daging domba dan manisnya pisang goreng.  Namun, pisang goreng bukanlah harga mati. Anda bisa menggantinya dengan nasi putih yang tentunya lebih bersahabat di lidah Anda.

Kelezatan sate domba afrika yang mampu menggugah selera, mungkin, menjadi alasan utama sate ini sangat digemari. Sate ini terasa kian lezat karena tidak tercium bau prengus khas daging kambing, yang  terkadang bisa mengganggu selera makan. Selain itu, daging domba tidak mengandung lemak di antara dagingnya (marbled) seperti daging sapi. Lemaknya berkumpul menjadi satu dan mudah disisihkan (trimmed). Meski mengandung kolesterol, daging domba mengandung lemak jenuh yang lebih rendah dibanding daging sapi ataupun daging ayam tanpa kulit. Adapula yang meyakini manfaat daging domba sebagai penambah stamina dan aprodisiak. (Oleh: Dyota Tenerezza)

Berikut beberapa kedai sate domba afrika untuk referensi Anda:
Sate Domba Africa
Jl. Prof.Dr.Satrio 248 (Casablanca)
Jakarta Selatan
HP: 085284672183

Sate Domba Afrika
Jl. Wahid Hasyim No. 116
Menteng
Jakarta Pusat

Pondok Sedap Afrika
Sate Domba Kocok Afrika
Jl. Tanjung Duren Raya No.55 (Depan Restoran Sederhana
Grogol Petamburan
Jakarta Barat

Sate Kelinci & Sate Domba Afrika ‘Pak To’
di Jl.Perikanan I No.11 Srengseng Sawah RT 005/08 Jagakarsa
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727 1512 HP 021 9644 1788
Kedai Sate Domba Afrika
Jl.
Gajah Mada Raya & Jl. Pangeran Jayakarta No. 99
Jakarta

 

(ICON+NEWS November 2011)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat