Re-branding Dongkrak Citra Perusahaan

Brand bukanlah sekedar logo atau nama perusahaan, melainkan sebuah kombinasi lengkap yang dipersepsikan orang ketika mendengar sebuah nama perusahaan atau produk. Tak jarang, sebuah perusahaan mengubah logo meskipun telah lama menjadi ikon dari perusahaan tersebut.

Perubahan logo yang dilakukan berulang kali (re-branding) dalam dunia marketing lumrah terjadi. Pasalnya, re-branding bertujuan mengubah citra perusahaan ke arah yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan revenue bagi perusahaan, baik meliputi nama dagang/merek, nama perusahaan, logo, ataupun slogan.

Re-branding sebuah perusahaan membawa nilai dan tujuan besar yang dapat memberikan gebrakan baru. Terlebih, secara implementasinya perubahan brand dibarengi dengan perbaikan layanan perusahaan sesuai dengan tujuan utama re-branding tersebut. Dengan begitu, brand baru mampu mengubah  mindset publik untuk lebih tertarik terhadap produk yang ditawarkan.

Customer pun akan terpengaruh secara psikologis untuk meninggalkan persepsi lama dari  nama, slogan, logo, desain, dan kombinasinya. Secara simultan, publik akan memiliki pandangan baru terhadap pembentukan citra perusahaan dan kualitas yang baru. Dengan demikian, layanan dan citra sebuah perusahaan dapat terdongkrak dan mengalami peningkatan kualitas sehingga lebih kompetitif dalam bersaing.

Sebagai contoh, tercatat sejak 1895 hingga saat ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah mengalami evolusi logo sebanyak 8 kali. Kemudian, raksasa teknologi dunia, Microsoft, pada pertengahan Agustus 2012 telah melakukan perubahan terhadap logo Microsoft yang telah digunakan selama 25 tahun. Bahkan, pesaing utama Microsoft, yaitu Apple, juga telah melakukan re-branding terhadap merek terakhir, 14 tahun jauh sebelum Microsoft, dengan harga merek lebih dari dua kali dari Microsoft.

Kedua perusahaan besar ini memiliki alasan yang sama dan sangat menyadari pentingnya melakukan re-branding sebagai cara meningkatkan citra merek demi mencapai peningkatan profit sebagai tujuan akhir perusahaan. Terlebih, perubahan brand image sangatlah penting di tengah persaingan yang semakin ketat.

Keputusan mengubah brand biasanya menjadi prasyarat utama dalam melakukan transformasi bisnis. Pendorong terjadinya re-baranding ialah pangsa pasar bisnis yang terlalu kecil, adanya restrukturisasi organisasi, merger dengan client, perubahan kepemilikan saham, de-merger, hingga adanya tuntutan teknologi sehingga brand lama dinyatakan tidak relevan lagi untuk digunakan. (Oleh: Candra Fivetya)

 

integriti

3 Responses to “Re-branding Dongkrak Citra Perusahaan

  • Tiga unsur terpenting branding adalah 3C’s yaitu Clarity (jelas), Consistency (tetap
    pada image-nya), dan Constancy (selalu ada di mana dibutuhkan). Ada beberapa hal
    yang bisa menyebabkan perusahaan melakukan perubahan pada branding-nya.
    Pertama, akibat tekanan dari pesaing yang tidak mampu ditahannya. Kedua, tekanan
    dari perubahan perilaku konsumen, yang mungkin akibat dari berubahnya teknologi.
    Alasan lainnya yaitu masalah prioritas perusahaan yang telah berubah.

  • Dhina syifa
    2 years ago

    Membangun brand image yang kuat tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan strategi
    pemasaran yang tepat, memakan waktu yang sangat lama, dan pastinya membutuhkan
    dukungan biaya yang tidak murah. Maka wajar apabila banyak pelaku usaha yang
    akhirnya gagal menjalankan bisnisnya karena mereka tidak berhasil menciptakan
    brand image yang cukup kuat, sehingga produk yang dihasilkannya tidak bisa bertahan
    lama di tengah deruan pasar yang semakin besar. Dan salah satu cara untuk
    mendongkrak popularitas produk dan jasa mungkin Re-branding

  • Jazzy Purnawarman
    2 years ago

    Untuk membangun image yang kuat juga dilihat dari upaya gimana suatu brand
    memaksimalkan personal branding-nya. Melalui apa dan how to make people
    remember this brand. Apakah dari logonya yang unik atau dari campaign-nya…

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat