Pembagian Hari Dalam Setahun

Ternyata perwaktuan mempunyai perjalanan sejarah yang amat panjang. Penentuan waktu adalah hasil asimilasi pengaruh berbagai bangsa dan zaman. Salah satunya yaitu pembagian hari dalam setahun. Seperti diketahui jika dalaam satu tahun ada 52 minggu. Dan kalender yang banyak digunakan saat ini adalah kalender dengan sistem gregorianis, yaitu sistem kalender berdasarkan perhitungan jalannya matahari.

Namun, Sistem Gregorianis yang berdasar pada pergerakan Matahari telah menggantikan kalender Yulianis dan Romawi. Kalender Romawi yang hanya terdiri dari 10 bulan dan bulan pertamanya adalah bulan Maret, telah gagal menetapkan musim. Di mana musim dingin terjadi pada bulan musim gugur. Karena itu pada tahun 46 SM terjadi kekacauan waktu yang membuat sistem penanggalan ini direformasi oleh Julius Caesar dan berganti nama kalender Yulianis dan dipakai hampir 1600 tahun.

Kalender Yulianis lalu akhirnya digantikan dengan Kalender Gregorianis yang berlaku sampai sekarang, karena tahun Matahari lebih pendek 11 menit dan 14 detik setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan dalam waktu 128 tahun, satu tahun menjadi berkurang satu hari dan tahun 1580 setelah hampir 1600 tahun digunakan, menjadi berkurang 10 hari.

Untuk itu, perhitungan hari Paskah menjadi masalah. Singkat kata Paus Gregor XIII akhirnya memberlakukan Kalender Gregorianis dengan menambahkan setiap 4 tahun sekali, 1 hari di bulan Februari, yang kita kenal sekarang dengan tahun Kabisat. (dari berbagai sumber)

————————-

Pembagian Hari Dalam Setahun

Ternyata perwaktuan mempunyai perjalanan sejarah yang amat panjang. Penentuan waktu adalah hasil asimilasi pengaruh berbagai bangsa dan zaman. Salah satunya yaitu pembagian hari dalam setahun. Seperti diketahui jika dalaam satu tahun ada 52 minggu. Dan kalender yang banyak digunakan saat ini adalah kalender dengan sistem gregorianis, yaitu sistem kalender berdasarkan perhitungan jalannya matahari.

Namun, Sistem Gregorianis yang berdasar pada pergerakan Matahari telah menggantikan kalender Yulianis dan Romawi. Kalender Romawi yang hanya terdiri dari 10 bulan dan bulan pertamanya adalah bulan Maret, telah gagal menetapkan musim. Di mana musim dingin terjadi pada bulan musim gugur. Karena itu pada tahun 46 SM terjadi kekacauan waktu yang membuat sistem penanggalan ini direformasi oleh Julius Caesar dan berganti nama kalender Yulianis dan dipakai hampir 1600 tahun.

Kalender Yulianis lalu akhirnya digantikan dengan Kalender Gregorianis yang berlaku sampai sekarang, karena tahun Matahari lebih pendek 11 menit dan 14 detik setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan dalam waktu 128 tahun, satu tahun menjadi berkurang satu hari dan tahun 1580 setelah hampir 1600 tahun digunakan, menjadi berkurang 10 hari.

Untuk itu, perhitungan hari Paskah menjadi masalah. Singkat kata Paus Gregor XIII akhirnya memberlakukan Kalender Gregorianis dengan menambahkan setiap 4 tahun sekali, 1 hari di bulan Februari, yang kita kenal sekarang dengan tahun Kabisat. (dari berbagai sumber)

————————-

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat