Patuhi Tanda Keselamatan di Area Kerja

Industri energi memainkan peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Dan di industri ini mempunyai karakteristik yang terbilang unik, diantaranya padat modal, sarat degan tenologi tinggi dan tentunya mempunyai resiko yang besar. Terkait dengan resiko besar yang diterima dalam industri energi maka perlu dilakukan beragam tindakan pencegahan diantaranya  pemasangan rambu-rambu keselamatan. Hal ini dilakukan tentunya untuk mengurangi kecelakaan kerja terutama bagi para pekerja yang berada di sektor indutri energi.

Tanda keselamatan kerja dipasang di setiap sudut lokasi kerja, ditempat yang sesuai dengan potensi bahaya yang mungkin terjadi. Potensi bahaya ada beberapa hal yang dapat terjadi diantaranya karena terjadi dari interaki langsung dengan salah satu antara orang dan lingkungan atau pun keduanya. Oleh karena itu pemasangan tanda keselamatan sangat penting dilakukan, hal ini tentunya akan menjadi sebuah kontrol di suatu lingkungan kerja. Smentara itu tujuan dari pemasangan tanda keselamatan tersebut diantaranya

  • Bagian dari pengelolaan resiko.
  • Bagian dari kampanye K3.
  • Bagian dari program praktek prosedur keselamatan kerja.
  • Menjadi standar perilaku sebagai cermin sikap kesadaran akan keselamatan ditempat kerja.
  • Sebagai tindakan pencegahan dalam rangka menekan angka kecelakaan ditempat kerja.

Sementara itu untuk pemasangan tanda tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, dan secara garis besar dibagi menjadi empat :

  • Tanda atau ranbu pada akses jalan tambang atau PAR (protocol access road).

Contohnya gambar jalanan landai menurun yang berarti jalanan menurun curam, atau tanda bertuliskan bertuliskan 20 km yang artinya kecepatan kendaraan tidak lebih dari 20km/jam dan sebagainya.

  • Tanda keselamatan kerja yang menunjukkan tipe energi yang berada di suatu lokasi kerja.

Contoh tanda gravitasional, ini menunjukkan sesuatu yang terjatuh baik benda, orang atau apapun. Ada juga tanda elektris berupa gambar petir yang berarti adanya aliran istrik baik sedang digunakan maupun tidak digunakan. Tanda mekanis berupa gambar tiga roda, hal ini menunjukkan peralatan yang sedang bergerak.

  • Tanda keselamatan kerja umum pada area wajib menggunakan APD.

Contohnya seperti tanda bergambar sepatu safety sebagai wilayah wajib mengenakan safety shoes. Gambar hand gloves, ini artinya area tersebut wajib memakai sarung tangan. Gambar kepala orang yang menggunakan masker, tanda ini mnandakan suatu area terjadi rawan debuataupun partikel bebas lainnya sehingga waib memai masker.

  • Tanda keselamatan kerja sementara sesuai dengan tema kampanye K3.

Biasanya dibuatkan semacam spanduk, baner ataupun poster keselamatan yang sesuai dengan tema K3 yang sedang dikampanyekan.

Tanda keselamatan sebaiknya mudah diingat dan dapat menarik perhatian orang. Selain penempatannya harus tepat, juga harus dipastikan agar tanda keselamatan tersebut tepat sasaran. Tidak itu saja, tanda-tanda keselamatan tersebut dibuat untuk dipatuhi oleh seluruh pekerja termasuk pula oleh jajaran manajemen. Hal ini agar di lokasi kerja tercipta kondisi keselamatan yang kondusif.

Dengan mematuhi rambu-rambu tanda keselamatan tentunya akan meminimalisir tingkat kecelakaan di area kerja. Terkait hal tersebut tentunya akan secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga dapat meningkatkan hasil produksi.

(Oleh: Chairudi Barata)

(dimuat di majalah ESDM Mag (Kementerian ESDM) РEdisi 4  2014)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat