Mobil Klasik, Si Tua yang Berharga

Antik, unik, dan—tentu saja—tua, adalah ciri khas mobil klasik. Dengan sentuhan kesabaran dan ketelatenan, ketuaannya justru menjadi daya tarik utamanya. Mobil klasik pun menjadi buruan para hobiis dan mereka yang ingin berinvestasi.

 

Kadar Klasik

Memelihara mobil klasik memiliki keasikan dan tantangan tersendiri. Mulai dari berburu mobil, berburu sparepart dan aksesoris, mendadani, hingga merestorasi ulang mobil. Tak ayal, kegiatan ini pun memang patut dijadikan hobi. Bukan hanya sebagai hobi yang mengasikkan, mobil klasik juga memiliki nilai investasi yang sangat menguntungkan.

Penggunaan istilah “klasik” itu sendiri, sebenarnya, tidak sesederhana penyebutannya. Klasik tidak hanya tua semata. Klasik memiliki ‘kadar’ tersendiri yang dilihat berdasarkan orisinalitas, value, dan waktu pembuatan. Makanya, dalam dunia mobil klasik, dikenal pula istilah veteran, vintage, pre and post war classic, dan old and young timer.

 

Mobil Incaran

Mobil klasik yang menjadi incaran biasanya yang berasal dari zaman sebelum Perang Dunia II, pasca-PD II, hingga mobil-mobil keluaran tahun 1980-an. Jenisnya pun tidak terbatas pada mobil sedan. Mobil sport hingga sport utility vehicle (SUV), station wagon, hingga minibus juga diburu para hobiis. Kebanyakan mobil klasik merupakan mobil-mobil keluaran Amerika Serikat dan Eropa.

Mobil yang diproduksi sebelum masa PD II memang sangat langka. Kelangkaan tentu akan berpengaruh pada harganya. Namun, selain sulit diperoleh, mobil tersebut juga lebih sulit untuk dipertahankan kondisinya. Termasuk ke dalam mobil keluaran tahun 1920-an dan 1930-an tersebut, antara lain mobil Ford T, Duesenbergs, Bugatti, dan Packards.

Sementara, mobil keluaran tahun 1950-an dan 1960-an (pasca-PD II) pun tak luput dari incaran hobiis. Untuk mobil era 70-an, Ford Pintos dan AMC Pacers menjadi salah satu idola. Sedangkan, era 80-an telah melahirkan mobil Ferari dan DeLoreans yang tetap diminati di masa sekarang.

Jika Anda menginginkan mobil yang berdaya tahan kuat dan tidak mudah rewel, Anda dapat melirik mobil-mobil tua buatan Amerika Serikat. Khususnya mobil keluaran tahun 1950-an dan 1960-an karena memiliki kelebihan, baik mesin maupun body-nya. Ditengarai, mobil-mobil tersebut jauh lebih ‘kampiun’ dibanding keluaran-keluaran terbaru. Salah satunya adalah chevrolet impala tahun 1962.

 

Hobi dan Investasi

Donald Grimes, seorang pakar ekonomi dari Universita Michigan-AS, menyebutkan bahwa mobil antik, benda seni, atau wine merupakan alternatif bagi para investor atau mereka yang kelebihan uang di saat pasar saham tidak terlalu menggembirakan. Kenyataannya, investasi mobil klasik memang telah merebak di AS, Jepang, bahkan Indonesia.

Mobil-mobil bermesin besar keluaran AS di era 60-an dan 70-an merupakan investasi alternatif yang berprospek baik. Harganya dapat meningkat hingga 70%. Memang, harga mobil klasik meningkat pesat di kalangan penggemar dan pemburunya. Fakta yang terjadi di tahun 2003 silam, sebuah mobil Plymouth Barracudas tahun 1971 limited edition laku terjual seharga lebih dari satu juta dolar AS atau sekitar Rp 19 miliar.

Karena itu, mobil klasik merupakan hobi sekaligus investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan. Tak hanya itu. Mobil klasik juga dapat mewakili prestise maupun gengsi bagi pemiliknya. (Oleh: Dyota Tenerezza)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat