Menyusuri Indahnya Kepingan Surga di NTT

Indonesia merupakan negara yang memiliki belasan ribu pulau di dalamnya. Hampir setiap sudutnya menawarkan tidak hanya keindahan alam yang ada, namun juga keragaman budaya hingga keramahan masyarakatnya.  Tidak mengherankan jika destinasi-destinasi wisata yang ada mampu menarik minat wisatawan domestik hingga mancanegara untuk mengunjunginya. Diantara tujuan wisata yang kini semakin menjadi primadona adalah Kupang dan Labuan Bajo, yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Pesona Pantai di Kota Kupang

Sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang memiliki keindahan alam dan beragam budaya yang sangat pontesial untuk dijadikan sebagai destinasi wisata andalan. Banyak hal yang dapat di explore di kota ini.

Di Kupang terdapat beberapa tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang menjadi pusat rekreasi masyarakat di Kupang adalah Pantai Namosain. Pantai yang berlokasi di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak ini lokasinya terletak tidak jauh dari pusat kota. Selain sebagai pusat rekreasi, masyarakat juga menjadikan Pantai Namosain sebagai tempat untuk berolahraga hingga menikmati suasana matahari yang tenggelam di sore hari.

Masyarakat juga seringkali memanfaatkan Pantai Namosain untuk acara ulang tahun, pernikahan hingga acara-acara penguyuban. Sadar akan arti pentingnya kebersihan Pantai Namosain, menjadikan masyarakat selalu menjaga kebersihan pantai sehingga senantiasa tampak bersih, rapi dan indah.

Selain Pantai Namosain, Kupang juga memiliki Pantai Lasiana yang berada di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Pantai yang terletak sekitar 12 Km arah timur kota Kupang ini merupakan pantai berpasir putih dengan ombak yang relatif tenang. Panorama keindahan Pantai Lasiana semakin lengkap dengan hiasan pohon-pohon lontar disekitarnya. Segarnya es kelapa muda atau nira manis dapat menjadi pilihan pengunjung ketika menikmati suasana Pantai Lasiana. Jangan lewatkan pula menikmati lezatnya makanan ringan seperti jagung dan pisang bakar serta manisan gula air asli yang ditawarkan.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pantai Lasiana, mulai dari memancing, berenang, hingga sepak bola pantai. Untuk menjangkau Pantai Lasiana relatif mudah, mengingat pantai ini terletak pada jalur transpotasi utama Pulau Timor yang senantiasa dilayani oleh angkutan umum dengan intensitas cukup tinggi. Bagi yang ingin menginap, tersedia pula home stay dan restoran yang memenuhi kebutuhan wisatawan.

Destinasi wisata yang menjadi pilihan selanjutnya adalah Gua Monyet Tenau. Pengunjung dapat mencapai lokasi tujuan wisata ini dengan mudah. Terlebih bagi wisatawan yang menggunakan transportasi laut yang turun di Pelabuhan Tenau, Kupang. Mengingat lokasi wisata Gua ini terdapat di jalan utama menuju arah kota. Objek wisata ini dijadikan sebagai taman hiburan bagi masyarakat sekitar. Bagi yang ingin lebih lama menikmati suasana lokasi wisata ini, pengunjung tidak perlu khawatir karena ditempat ini dilengkapi pula dengan Lopo. Lopo merupakan sebutan bagi tempat untuk berteduh.

Pada hari sabtu dan minggu atau hari libur lainnya, tempat ini senantiasa ramai dikunjungi masyarakat. Para pengunjung yang datang biasanya membawa makanan kecil seperti pisang, kacang, dan ubi-ubian untuk diberikan kepada monyet-monyet yang ada disana.

 

Gerbang Menuju Pulau Komodo

Selepas menikmati keindahan-keindahan pantai di Kota Kupang, jangan lewatkan untuk berkunjung ke salah satu World Heritage UNESCO yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Taman Nasional Pulau Komodo. Untuk mencapai destinasi wisata yang terkenal tersebut, pengunjung harus melalui Labuan Bajo terlebih dahulu.

Untuk dapat menuju Labuan Bajo, selain melalui penerbangan dari Kota Kupang, saat ini juga sudah terdapat layanan penerbangan dari Jakarta menuju Labuan Bajo. Biasanya rute ini singgah terlebih dahulu di Denpasar, Bali untuk kemudian melanjutkan perjalanan udara menuju Labuan Bajo. Namun saat ini juga sudah terdapat paket wisata yang menawarkan perjalanan menggunakan kapal dari Tanjung Benoa Bali menuju Labuan Bajo untuk seterusnya berlayar ke Pulau Komodo.

Tidak mengherankan jika Labuan Bajo yang merupakan kota nelayan dan terletak di ujung barat Flores ini telah menjelma menjadi salah satu pusat pariwisata teramai di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini tidak terlepas karena Labuan Bajo menjadi titik singgah bagi wisatawan-wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Komodo. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo, membuat Labuan Bajo juga terpacu untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini nampak dengan adanya fasilitas akomodasi wisata mulai restauran hingga hotel. Langkah ini tentunya menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kenyamanan para wisatawan.

Selain layanan akomodasi, masyarakat di Labuan Bajo juga menyediakan layanan transportasi berupa sewa kapal untuk menuju Pulau Komodo. Meski harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk menyewa kapal, pengunjung bisa memanfaatkan kapal yang di charter tersebut untuk mengunjugi destinasi wisata lain selain Pulau Komodo. Beberapa tujuan wisata yang dapat menjadi pilihan diantaranya Pulau Padar, Pulau Rinca hingga kegiatan berenang atau snorkeling di Pink Beach. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan rangkaian perjalanan tersebut umumnya membutuhkan waktu satu hari. Namun jika pengunjung ingin lebih lama lagi menikmati keindahan alam yang ada, pengunjung dapat mengambil paket perjalanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan.

 

Situs Warisan Dunia

Pulau Komodo yang berada di Kepulauan Nusa Tenggara Timur ini secara administratif berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Pulau Komodo merupakan habitat asli binatang komodo. Binatang sejenis kadal raksasa pemakan daging. Di Pulau Komodo sendiri terdapat lebih dari 2.000 ekor komodo yang hidup di alam bebas.

Pulau Komodo tak hanya berisi binatang komodo saja, namun terdapat beberapa binatang lain yang menghuni pulau ini seperti babi, rusa, berbagai spesies burung, ular, biawak dan masih banyak lagi. Salah satu cara untuk menikmati pulau ini dan menyaksikan langsung binatang-binatang tersebut adalah dengan melakukan tracking.

Di pulau ini para pengunjung bisa melihat langsung komodo di habitat aslinya. Untuk alasan keselamatan, selama diberada di pulau ini para pengunjung diwajibkan untuk selalu dikawal ranger yang ada disana. Biasanya selama tracking, rombongan pengunjung akan ditemani dua ranger atau pemandu sekaligus pawang komodo. Ranger membekali diri mereka dengan tongkat yang ujungnya bercabang dua sebagai senjata sekaligus alat pelindung dari komodo. Tongkat tersebut dibuat dari satu jenis pohon yang bisa menjadi senjata untuk melemahkan komodo. Jika komodo menyerang atau mengejar tiba-tiba, ujung tongkat yang bercabang digunakan para ranger untuk menekan leher komodo, sehingga dalam waktu singkat komodo akan melemah dan berhenti menyerang.

Pada tahun 1986, UNESCO menetapkan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo sebagai situs warisan dunia. Hal ini tidak terlepas karena keberadaan komodo yang hanya bisa ditemui di kawasan ini. Habitat dari hewan yang terancam punah ini adalah alam terbuka dengan padang rumput, pantai berpasir putih dan hutan hujan tropis.

Pulau Komodo meraih penghargaan sebagai New Seven Wonders of Nature yang merupakan penghargaan untuk tujuh tempat wisata alam terbaik di dunia. Penentuan pemenang diperoleh dari hasil voting dan penelitian para ahli. Pulau Komodo berhasil meraih voting tertinggi bersama enam tempat wisata lainnya, yaitu Air Terjun Iguazu, Hutan Amazon, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, Teluk Halong, Pulau Jeju dan Table Mountain.

Komodo sendiri merupakan binatang reptil sejenis kadal raksasa pemakan daging yang panjangnya bisa mencapai 2 – 3 meter dengan berat 100 – 165 kg. Binatang ini memiliki nama ilmiah Varanus Komodoensis, sedangkan warga setempat menyebut binatang ini dengan nama ‘Ora’. Jika dilihat, komodo memang menyeramkan, dengan badan yang besar, kuku tajam, kulit bersisik dan memiliki lidah bercabang dua yang selalu menjulur. Mangsa utama komodo adalah babi, kuda, rusa, musang, kerbau dan beruk.

 

Pulau Padar

Selain Pulau Komodo, destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan adalah Pulau Padar. Pulau yang merupakan pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca ini menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona. Meski pada awalnya Pulau Padar tidak se-terkenal Pulau Komodo ataupun Pulau Rinca, saat ini keindahan Pulau Padar telah mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.

 

Informasi mengenai keunikan serta keindahan Pulau Padar baru diketahui para wisatawan setelah sekian lama Komodo ditetapkan menjadi Taman Nasional. Kini, Pulau Padar telah menjadi salah satu tempat wisata yang difavoritkan oleh para wisatawan. Letak Pulau Padar cenderung lebih dekat dengan Pulau Rinca dibandingkan dengan jarak menuju Pulau Komodo yang dipisahkan oleh Selat Lintah.
Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Gili Motang. Walaupun masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Pulau Padar tidak dihuni oleh komodo. Berdasarkan informasi yang diterima, hal ini dikarenakan adanya mata rantai makanan yang terputus.

Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga hingga empat pulau kecil yang memiliki keunikan dalam menciptakan panoramanya masing-masing. Selain menikmati keindahan pantainya pengunjung juga dapat berenang di pulau ini.

Untuk dapat menikmati “best view” dari Pulau Padar, pengunjung harus menaiki bukit untuk mencapai titik tertinggi yang ada di pulau tersebut. Di puncak tertinggi Pulau Padar tersebut, pengunjung dapat menikmati keindahan panorama jernihnya air laut yang dipadu dengan bersihnya pasir putih dan birunya langit.

Meskipun tracking menuju puncak tertinggi terasa sangat melelahkan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan yang setimpal. Pemandangan yang dilewati selama melakukan tracking dijamin mampu menghipnotis mata yang memandangnya. Untuk mengalihkan rasa lelah yang mendera, pengunjung juga dapat melakukan aktifitas dengan mengabadikan setiap momen yang ada melalui bingkai kamera.
Pink Beach

Selain Pulau Padar, destinasi wisata harus dikunjugi lainnya yaitu Pink Beach. Pantai yang masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo ini memiliki keunikan tersendiri dengan pasir pantainya yang berwarna merah muda. Menurut penelitian, pasir pantai yang berwarna merah muda di pantai ini disebabkan oleh serpihan koral yang hancur dan bercampur dengan pasir pantai. Di dunia tercatat hanya terdapat tujuh pantai dengan pasir berwarna merah muda, dan yang berada di Pulau Komodo ini adalah salah satunya. Keindahan pantai ini bukan hanya pada warna pasirnya yang unik, akan tetapi alam bawah laut di sini juga terkenal akan keindahannya.

Di Pink Beach, para pengunjung dapat menikmati panorama alam yang luar biasa indahnya. Birunya air laut serta karang laut yang berwarna hijau toska, dan pasir pantai yang berwarna pink menjadi destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan. Aktifitas lain yang harus dilakukan disana adalah snorkeling untuk menikmati alam bawah lautnya yang masih asri. Berenang di Pink Beach ini bisa menjadi penutup perjalanan indah selama berwisata di Pulau Komodo, Labuan Bajo. (Oleh: Abdullah Baradja)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat