Mengurus Sertifikat Tanah

Selamat bagi warganet yang telah berhasil memiliki tanah atau rumah idaman! Setelah melakukan pembelian, jangan sampai lupa membuat sertifikat atas tanahnya, ya.

Hal ini penting, sebab sertifikat tanah bukan hanya memperjelas status hukum tanah yang dimiliki, tapi sertifikat tersebut juga menghindarkan warganet dari sengketa yang bisa terjadi di masa depan.

Membuat sertifikat tanah sebenarnya cukup mudah dan lebih ekonomis jika diurus sendiri. Akan tetapi, mengurus pembuatan sertifikat ini cukup memakan waktu. Langkah pertama yang diperlukan dalam membuat sertifikat tanah adalah menyiapkan dan melampirkan dokumen yang menjadi syarat.

Adapun syaratnya mencakup; Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB), Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), SPPT PBB, dan Surat pernyataan kepemilikan lahan.

Langkah selanjutnya adalah mengunjungi Kantor BPN yang sesuai dengan wilayah tanah berada. Di BPN, belilah formulir pendaftaran. Warganet kemudian akan mendapatkan map bewarna biru dan kuning. Selanjutnya, buatlah janji dengan petugas untuk mengukur tanah.

Setelah proses pengukuran tanah, warganet akan diberi data Surat Ukur Tanah. Lengkapi kembali dokumen pengajuan dan tunggu hingga surat keputusan dikeluarkan. Sembari menunggu sertifikat tanah terbit, warganet akan dibebankan BEA Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB). Lama waktu penerbitan kurang lebih enam bulan hingga satu tahun lamanya.

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat