Mengupas Sejarah Safety Belt

Dewasa ini, setiap mobil pasti dilengkapi dengan sabuk keselematan atau Safety Belt. Kehadiran Safety Belt saat ini bukanlah barang asing dalam fasilitas kendaraan. Safety Belt sebagai instrumen penting didesain untuk melindungi penumpang mobil dari gerakan berbahaya akibat tabrakan atau gerakan berhenti tiba-tiba (sudden stop). Dengan adanya Safety Belt diharapkan pengguna kendaraan dapat terhindar dari kemungkinan cedera serius akibat benturan saat terjadi kecelakaan.

Dibalik fungsi penting Safety Belt, terdapat sejarah yang menarik ditilik. Pasalnya, penemuan dan perkembangan peranti keselamatan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Pertama Kali Ditemukan Di Awal Abad 19

Pada awal abad 19, George Cayley menjadi orang pertama yang berhasil menemukan Safety Belt. Tetapi, dalam perkembangannya, sejarah mencatat George Cayley tidak memiliki hak paten atas temuan tersebut. Bahkan, hak paten pertama Safety Belt diajukan oleh seorang pria asal New York City, Edward J. Claghorn.

Edward J. Claghorn mendapatkan hak paten Safety Belt pertama pada 10 Februari 1885. Hak paten tersebut diberikan Amerika Serikat dengan kode US Paten 321.085.

Seiring berjalannya waktu, Safety Belt Edward J. Claghorn dikembangkan oleh seorang tentara Amerika Benjamin Foulois. Benjamin Foulois menciptakan Safety Belt khusus untuk kursi pesawat terbang pada 1911. Kala itu, Safety Belt ciptaannya pertama kali dipergunakan untuk pesawat Wright Flyer Signal Corps 1. Penciptaan Safety Belt  tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pilot dalam pengendalian pesawat saat terjadi goncangan, misalnya ketika lepas landas dan mendarat.

Perkembangan selanjutnya, seorang ahli saraf asal Caifornia Dr. C. Hunter Shelden menggagas Safety Belt yang mampu memendek dengan sendirinya saat terjadi kecelakaan di awal 1950-an. Ia terinspirasi dari banyaknya kasus syaraf di kepala yang ia tangani akibat kecelakaan mobil. Oleh karenanya, Safety Belt hasil rancangannya bertujuan untuk mencegah terjadinya benturan kepala pengemudi terhadap kaca atau dash board. Atas temuan tersebut, Dr. C. Hunter Shelden dianggap berkontribusi besar bagi industri otomotif saat itu. Hingga, Journal of American Medical Association (JAMA) edisi 5 November 1955 memuat hasil temuan ini. Sejak saat itu, Safety Belt terus mengalami perkembangan.

Safety Belt Sebagai Standar

Dalam waktu yang hampir bersamaan, beberapa produsen mobil asal Amerika memberikan pilihan kepada konsumen untuk penggunaan Safety Belt pada produknya. Kala itu, Nash telah memulai penawarannya sejak 1949 dan Kiki di tahun 1955.

Hal serupa, namun lebih revolusioner digalakan oleh Swedia Saab. Produsen sistem pertahanan dan otomotif asal Swedia inilah yang pertama kali memperkenalkan Safety Belt sebagai standar pada 1958. Salah satu produknya, yaitu Mobil GT Saab 750 telah dirancang dengan sabuk pengaman terpasang sebagai standar produknya. Mobil tersebut pertama kali launching pada 1958 di salah satu perhelatan pameran motor dunia.

Kewajiban penggunaan Sabuk Pengaman

Sejak Safety Belt dijadikan standar oleh para produsen otomotif mobil, pemerintah di beberapa negara menganggap bahwa hal tersebut penting diatur secara jelas dalam Undang-undang (UU). Sebagai sebuah ketentuan hukum, Safety Belt menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Dengan demikian, pengemudi dan penumpang yang berada di seat depan diwajibkan mengenakan Safety Belt .

Kewajiban penggunaan sabuk keselamatan untuk pengemudi dan penumpang dicetuskan pertama kali oleh Negara Bagian Victoria, Australia. Negara ini mencantumkan kewajiban tersebut dalam bagian atas ketentuan hukum yang berlaku mulai 1970 dan disusul oleh negara lainnya.

Sementara, Indonesia mengatur ketentuan kewajiban mengenakan sabuk keselamatan melalui UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 289 jo dan Pasal 106 ayat (6). Undang-undang tersebut merupakan revisi atas UU Nomor 14 Tahun 1992.

Jenis-jenis Sabuk Pengaman

Seiring perkembangan zaman, sabuk pengaman mengalami perubahan dan perbaikan dengan beberapa jenisnya. Pertama, Safety Belt pangkuan merupakan sabuk dapat disesuaikan yang melintang di atas pangkuan. Sabuk jenis ini sering digunakan di mobil-mobil yang lebih tua. Sedangkan pesawat terbang, di kursi penumpangnya dilengkapi dengan sabuk ini.

Selain itu, terdapat juga sabuk pengaman otomatis. Sabuk yang secara otomatis akan terpasang ini biasanya digunakan pada mobil-mobil mewah yang diproduksi sekitar awal tahun 1990-an.

Ketiga, Sash adalah jenis sabuk yang melintang melewati bahu. Tetapi, sabuk yang dikenakan mulai 1960-an cukup terbatas. Sebab, alat keselamatan jenis ini sangat mudah terlepas bila terjadi tabrakan.

Setelah itu, berkembanglah sabuk pengaman kombinasi Pangkuan dan Sash  yang digunakan  pada 1960-an dan 1970-an. Dikarenakan adanya beberapa kekurangan, kombinasi dua jenis sabuk pun digantikan dengan desain Sabuk Tiga Titik. Serupa dengan pangkuan dan sash, tetapi konsep tiga titik lebih aman. Sabuk ini banyak digunakan mobil-mobil saat ini. Tercatat, semua mobil yang dijual di Amerika sejak 1 September 2007 wajib dilengkapi dengan Safety Belt  tiga titik untuk penumpang di kursi belakang tengah.

(Oleh: Candra Fivetya)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat