Mengenal Komponen Biaya KPR

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk pendanaan rumah adalah melalui KPR (kredit Pemilikian Rumah). Meski demikian, dalam mengajukan KPR terdapat beberapa hal yang perlu diketahui, termasuk menghitung biaya pengurusan KPR. Mengapa perlu menghitung biaya KPR? Sebab, dalam pengurusan KPR terdapat biaya yang dibebankan kepada nasabah yang mengajukan.

Oleh karena itu, selain mempersiapkan biaya untuk uang muka, warganet juga perlu mempersiapkan biaya KPR yang akan dikeluarkan selama proses pengajuan guna keperluan administrasi dan notaris. Biaya ini dibayarkan setelah warganet dinyatakan lolos KPR, agar proses Akad Kredit KPR dengan notaris bisa segera dilaksanakan. Jangan sampai pengajuan KPR yang telah di setujui menjadi sia-sia dan terhambat atau bahkan batal karena biaya KPR belum siap, ya.

Masyarakat juga mengenal biaya KPR dengan nama biaya Akad Kredit KPR. Jika dijabarkan, ada 10 rincian biaya yang ada didalamnya, antara lain:

  1. Biaya Notaris
  2. Biaya APHT
  3. Biaya BPHTB
  4. Biaya Penilaian / Appraisal
  5. Biaya Administrasi
  6. Biaya Proses
  7. Provisi Bank
  8. Angsuran Pertama
  9. Premi Asuransi Kebakaran
  10. Premi Asuransi Jiwa
integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat