Mengenal Jam Matahari

Dewasa ini jika ingin mengetahui waktu, kita bisa langsung mengetahuinya melalui jam tangan atau jam digital lainnya yang canggih. Namun zaman dahulu, orang menandai waktu dengan beberapa cara, salah satunya dengan matahari. Matahari adalah penunjuk waktu pertama yang digunakan oleh manusia menebak waktu dengan melihat matahari yang bergerak melintasi langit. Mudah saja mengenali waktu saat matahari terbit dan terbenam.

Gnomon (berasal dari Bahasa Yunani kuno yang berarti indikator) adalah penunjuk pada jam matahari yang menciptakan bayangan. Gnomon dapat bervariasi ukuran dan gayanya, tergantung pada jam mataharinya. Ketika jam matahari pertama kali dibuat, gnomon berdiri secara vertikal sehingga orang bisa mengamati ketinggian matahari.

Ada dua jenis utama jam matahari. Yang pertama adalah jam ketinggian atau altitude. Jam ketinggian membantu orang menentukan ketinggian matahari di atas cakrawala. Jenis jam ini sulit digunakan karena harus ditempatkan benar-benar sejajar dengan matahari. Jenis lain adalah jam matahari azimuth. Jenis jam ini membantu orang menentukan waktu dengan sudut matahari pada busur. Jam ini juga perlu diorientasikan dengan benar; Namun, mereka biasanya memiliki magnet di dalam untuk mengatasi masalah itu.

Cara kerja dari jam matahari yaitu ketika matahari membentuk bayangan di gnomon jam matahari itu. Dan ketika matahari berada pada titik tertinggi hari itu, atau siang hari, bayangannya adalah yang terpendek. Ketika matahari lebih rendah, di sore hari, bayangan adalah yang terpanjang. Yang perlu untuk diingat bahwa tinggi matahari juga dipengaruhi oleh musim. Jam matahari biasanya memiliki tanda jam siang hari, dan ada beberapa yang memiliki tanda 24 jam.

——————–

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat