Mengukur Waktu Dengan Jam Pasir

Kehidupan sehari-hari kita berjalan berdasarkan waktu dan jadwal. Orang-orang bisa dengan mudah melihat jam tangan atau jam dinding untuk mengetahui waktu. Meski begitu sebelum ditemukannya jam seperti sekarang ini maka pengukuran waktu menggunakan perangkat pengukuran sederhana untuk melacak waktu, salah satunya dengan jam pasir.

 

Jam pasir atau bisa disebut gelas pasir (hourglasses) mungkin telah digunakan oleh orang Yunani dan Romawi kuno, tetapi sejarah hanya bisa mendokumentasikan fakta bahwa keduanya memiliki budaya teknologi untuk membuat kaca. Pada awal abad ke-14, jam pasir secara umum digunakan di Italia dan tampaknya telah banyak digunakan di seluruh Eropa barat hingga akhir abad ke-15. Jam pasir atau gelas pasir memiliki prinsip yang sama seperti clepsydra. Dengan dua bola atau gelas (botol atau ampul) kaca yang dihubungkan dengan bentuk leher yang sempit, sehingga pasir (dengan ukuran butir yang relatif seragam) mengalir dari atas ke bawah. Jam pasir memiliki berbagai ukuran, dimana pada ujung gelas atas dan bawah terdapat bingkai yang berfungsi sebagai dudukan pembalik ketika pasir dari gelas atas telah habis. Namun terdapat beberapa jam pasir yang dapat berputar sendiri sehingga pengguna tidak perlu repot lagi membalikkannya secara manual.

 

Sementara itu di tahun 1400-an, banyak rumah-rumah pribadi memiliki jam pasir untuk keperluan rumah tangga dan dapur. Jam pasir juga banyak digunakan dalam ruang kuliah di Universitas Oxford serta toko pengrajin (untuk mengatur jam kerja). Selama puncaknya hampir setiap kegiatan menggunakan jam pasir, dan hal ini terus berlangsung hingga abad ke-19. Saat ini banyak terdapat versi miniatur dalam pembuatan jam pasir yang digunakan sebagai hiasan. (dari berbagai sumber)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat