Melihat Pembagian Satu Minggu dalam 7 Hari

Dalam sejarah awal manusia, ada suatu waktu ketika hari-hari tidak diberi nama. Alasannya sangat sederhana. Manusia tidak menemukan minggu. Pada waktu itu, satu-satunya pembagian waktu adalah bulan, dan ada terlalu banyak hari dalam satu bulan untuk diberi nama sendiri-sendiri. Tetapi ketika manusia mulai membangun kota-kota, mereka ingin mempunyai hari istimewa untuk berdagang, suatu hari pasar.

Kadang hari pasar ini ditetapkan setiap hari kesepuluh, terkadang setiap hari ketujuh atau setiap hari kelima. Nah, orang-orang Babilonia memutuskan hari pasar harus jatuh pada hari ketujuh. Pada hari ini mereka tidak bekerja, tetapi bertemu untuk berdagang dan mengadakan upacara-upacara keagamaan.

Sementara itu Bangsa Mesir menggunakan minggu yang terdiri dari tujuh hari. Mereka kemudian menamakan hari-hari itu menurut nama kelima planet, Matahari dan Bulan. Namun, nama-nama hari yang digunakan saat ini berasal dari penamaan Bangsa Anglo Saxon. Mereka menamai sebagian besar hari menurut nama dewa-dewa, kurang lebih sama dengan dewa Bangsa Romawi.

Seperti hari Matahari menjadi Sunnandaeg atau Sunday (Minggu), hari Bulan dinamakan Monandaeg, atau Monday (Senin), hari Mars menjadi hari Tiw, yaitu dewa perang mereka. Ini menjadi Tiwesdaeg, atau Tuesday (Selasa). Nama Dewa Woden diberikan menjadi Wednesday (Rabu). Hari Romawi Yupiter, dewa guntur, menjadi Thursday (Kamis). Hari berikutnya dinamakan Frigg, istri Dewa Odin, dan kemudian menjadi Friday (Jumat). Hari Saturnus menjadi Saeterbsdaeg, terjemahan dari bahasa Romawi, dan kemudian menjadi Saturday (Sabtu).

Sedangkan di Indonesia sendiri, selain nama Minggu dan Sabtu, Senin sampai Jumat berasal dari bahasa Arab. Kata Senin dari Isnain berarti dua, kata Selasa berarti tsalasah yang artinya tiga. Kata Rabu berarti ar rab’ah artinya empat. Kata Kamis atau khamis berarti lima dan kata Jumat diambil dari Jumu’ah yang berarti ramai. Sementara Minggu, dalam bahasa Melayu lama, kata ini dieja sebagai Dominggu. Baru sekitar akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, kata ini dieja sebagai Minggu. Sedang Sabtu konon diambil dari bahasa Ibrani, sabbat yang berarti “Dia berhenti”.

 

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat