LINDUNGI PENDENGARAN DENGAN HEARING PROTECTION

Industri energi memainkan peran yang cukup strategis dalam pembangunan nasional. Seperti diketahui jika industri energi ini mempunyai karakteristik yang terbilang unik, diantaranya berteknologi tinggi dan memiliki resiko yang besar. Terkait dengan resiko besar yang diterima dalam industri energi maka perlu dilakukan beragam tindakan pencegahan diantaranya mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar. Hal ini dilakukan tentunya untuk mengurangi kecelakaan kerja terutama bagi para pekerja yang berada di sektor indutri energi.

Alat Pelindung Diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja. Dan APD menjadi hal yang wajib dikenakan oleh para pekerja. Salah satu dari Alat Pelindung Diri (APD) adalah pelindung pendengaran (hearing protection). Pelindung pendengaran berfungsi mengurangi tingkat kebisingan paparan dan risiko gangguan pendengaran. Alat pelindung ini terbilang vital mengingat para pekerja yang bekerja di industri energi cukup rentan terkena bahaya.

Efektivitas perlindungan pendengaran (hearing protection) akan sangat berkurang jika alat pelindungan pendengaran tidak fit atau tepat saat digunakan atau jika hanya dikenakan sebagian waktu selama periode paparan kebisingan. Untuk menjaga efektivitas alat pelindung, maka alat pelindung pendengaran tersebut tidak boleh dimodifikasi

Pemilihan alat pelindung pendengaran (hearing protection) berdasarkan pada:

  • Kesesuaian dengan jenis pekerjaan.
  • Memberikan perlindungan yang memadai. Periksa literatur produsen.
  • Nyaman untuk dipakai.

Ada tiga jenis alat pelindung pendengaran (hearing protection), yaitu:

  • Ear Plug dimasukkan untuk memblokir saluran telinga. Ear plug berbentuk premolded (preformed) atau moldable (busa). Ear plug umumnya dijual sebagai produk sekali pakai (disposable) atau dapat digunakan kembali (reusable).
  • Semi-insert ear plugs à terdiri dari dua ear plug yang dipasang diujung head band.
  • Ear muff Penutup telinga yang terbuat dari bahan yang lembut yang dapat menurunkan kebisingan dengan cara menutupi semua bagian telinga dan ditahan/dipegang oleh head band.

Berikut keuntungan dan keterbatasan dari Ear plug dan ear muff

Ear Plug

Ear plug dapat diproduksi secara massal atau secara individu dibentuk agar sesuai dengan telinga, dan ear plug dapat digunakan kembali atau sekali pakai. Di sisi positif, ear plug mudah digunakan, lebih murah dari pada ear muff, dan lebih nyaman dalam wilayah kerja panas atau lembab. Di sisi negatif, ear plug kurang memberikan perlindungan jika dibandingkan dengan ear muff, dan tidak boleh digunakan di daerah yang memiliki tingkat kebisingan lebih dari 105 dB. Ear plug tidak terlihat saat digunakan sebagaimana halnya ear muff sehingga pengawas tidak mudah untuk melihat apakah pekerja memakainya. Dan ear plug harus digunaan secara benar, hal ini untuk memberikan perlindungan yang memadai.

Ear Muff

Ear Muff dapat bervariasi berdasarkan bahan, kedalaman penutup, dan kekuatan ikat kepala (head band). Penutup yang lebih dalam dan lebih berat, akan semakin memberikan perlindungan yang lebih baik. Ikat kepala harus cukup erat dan kuat untuk mempertahankan posisi yang stabil, namun tidak terlalu ketat untuk kenyamanan. Di sisi positif, ear muff biasanya dapat memberikan perlindungan lebih besar dari pada ear plugsEar muff lebih mudah untuk menyesuaikan, umumnya lebih tahan lama dari ear plugs, dan ear muff memiliki bagian yang dapat diganti. Di sisi negatif, ear muff lebih mahal, dan sering kurang nyaman daripada ear plugs, terutama di wilayah kerja panas. Di daerah di mana tingkat kebisingan yang sangat tinggi, ear muff dan ear plug dapat dipakai bersama-sama untuk memberikan perlindungan yang lebih baik.

Oleh karena itu untuk mendapatkan manfaat penuh, pelindung pendengaran (hearing protection) harus dikenakan sepanjang waktu selama bekerja dalam kebisingan. Hal ini dilakukan tentunya untuk mengurangi kecelakaan kerja terutama bagi para pekerja yang berada di sektor indutri energi.

 

(Oleh: Chairudi Barata)

Sumber : http://healthsafetyprotection.com/

(dimuat di majalah ESDM Mag (Kementerian ESDM) – Edisi 4  2015)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat