Le Viaduc de Millau, Jembatan Tertinggi di Atas Awan

Perancis dikenal sebagai pusat mode dunia yang memiliki ikon menara tinggi, yaitu Menara Eiffel. Eiffel merupakan menara tertinggi di Perancis dengan tinggi sepanjang 325 meter atau setara dengan 1063 kaki. Namun, bagaimana jika ketinggian Menara Eiffel disaingi dengan ketinggian sebuah jembatan di Perancis?

Jembatan yang dimaksud adalah Jembatan Le Viaduc de Millau. Le Viaduc de Millau merupakan salah satu jembatan tertinggi di dunia yang terletak di Millau, Perancis. Jembatan tersebut memiliki ketinggian mengalahkan ketinggian Menara Eiffel, yaitu 343 meter atau setara dengan 1118 kaki dan panjang sekitar 2,5 kilometer. Ketinggiannya memiliki pemandangan yang indah. Saat melintasi jembatan, pelintas akan disuguhkan indahnya awan yang berarak.

Le Viaduc de Millau menjadi penghubung antara kota Paris dengan Barcelona, serta menyeberangi lembah Sungai Tarn di Pegunungan Massif Central. Tingginya jembatan membuat hembusan angin semakin terasa, sehingga jembatan itu dilengkapi dengan kaca transparan untuk melindungi kendaraan yang melintas.

Jembatan yang dirancang Michel Virlogeux tersebut dianggap sebagai sebuah keajaiban dan menjadi lambang kemajuan teknik sipil di Perancis oleh Presiden Perancis, Jacques Chirac. Pada pembangunan jembatan unik tersebut, Michel dibantu terlibat kerja sama dengan arsitek Britania, Lord Foster. Keunikan yang dimiliki Le Viaduc de Millau menghasilkan penghargaan sebagai  konstruksi unggul dari International Association for Bridge and Structural Engineering (IABSE).

Proses Pembangunan Le Viaduc de Millau

Pada proses pembangunannya tentu memiliki masa-masa sulit dalam pelaksanaannya. Le Viaduc de Millau dibangun menggunakan metode pelaksanaan Incremental Launching Method (ILM). ILM merupakan suatu erection method pada jembatan bentang yang sudah diimplementasikan sejak tahun 1962 di Rio Caroni Bridge, Venezuela. Metode tersebut ditemukan oleh Prof. Dr. Ing. F. Leonhardt bersama dengan partnernya, Willi Baur. Setelah itu mulai dipatenkan terhitung sejak 1967.

Dengan menggunakan ILM, jembatan tersebut dibangun memiliki syarat untuk tidak mengganggu pada sisi bawah lantai jembatan. Penggunaan metode tersebut memang membutuhkan lahan yang terbilang luas di lokasi belakang abutment untuk produksi segmen lantai jembatan.

Penggunaan metode ILM  memiliki beberapa keuntungan, yaitu tidak perlu perancah dalam pembuatan struktur lantai jembatan, tidak mengganggu area di bawah lantai jembatan, kebutuhan lahan di belakang jembatan relatif minim. Di balik keuntungan yang didapatkan, tentu memiliki kelemahan, yaitu hanya dapat diaplikasikan pada bentang jembatan pendek atau terbatas, dalam pembangunannya dibutuhkan beberapa struktur, yaitu nose, temporary tower, perkuatan pilar, dan sebagainya. Hal tersebut hanya dapat digunakan pada jembatan lurus. Meskipun masih terdapat beberapa kelemahan, namun jembatan itu masih menjadi kawasan favorit warga Perancis, karena selain menjadi fasilitas publik, Le Viaduc de Millau juga menjadi tempat kunjungan wisata dari beberapa warga negara karena keindahan pemandangan yang dimilikinya.

Masih mengenai metode, proses pelaksanaan erection method memiliki beberapa prinsip pengerjaan, yaitu lantai jembatan diproduksi di area belakang jembatan yang dilakukan secara berkelanjutan setiap segmen. Segmen yang dimaksud memiliki panjang sekitar 15 hingga 25 meter, serta dihubungkan secara monolit dengan segmen sebelumnya.

Kemudian, pada bagian ujung depan lantai dipasang nose yang terbuat dari struktur baja. Struktur nose memiliki panjang kurang lebih 65 persen dari bentang jembatan yang typical dan memiliki fungsi untuk mengurangi besarnya momen kantilever yang terjadi. Nose memiliki desain yang ringan agar dapat mengurangi tambahan beban yang harus dipikul oleh struktur lantai jembatan.

Lalu, saat segmen telah diproduksi dan usia beton telah mencukupi, maka seluruh lantai jembatan didorong menggunakan metode yang berbeda, yaitu Metode Pulling Jack yang dipasang di abutment.

Selanjutnya, permukaan pilar dikondisikan dengan menciptakan tahanan geser yang kecil. Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses mendorong rangkaian segmen lantai jembatan.

Jika pada saat pengerjaan diperlukan perhitungan, dapat ditambahkan temporary support di tengah bentang antara pilar jembatan. Temporary support tersebut berfungsi untuk mengurangi besarnya momen yang dipikul oleh struktur lantai jembatan.

Spesifikasi Desain Jembatan Le Viaduc de Millau:

  1. Le Viaduc de Millau memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dan lebar 32 meter.
  2. Merupakan bangunan yang terdiri dari delapan bentang atau spans dan tujuh buah tiang jembatan.
  3. Tiang tertinggi sepanjang 343 meter dan tinggi pylon sepanjang 87 meter.
  4. Tebal jalan 4,20 meter dan lebar deck 27,35 meter.
  5. Beton yang digunakan sebanyak 227.000 ton dan 39.700 ton baja.

Fakta Le Viaduc de Millau:

  1. Memiliki tiang kaki tertinggi di dunia mengalahkan Tulle and Verrieres Viaducts dan Kochertal Viaduct.
  2. Tiang jembatannya merupakan yang tertinggi di dunia dengan tinggi sepanjang 343 meter.
  3. Terletak pada ketinggian 270 meter di atas permukaan laut pada titik tertingginya. Sehingga dinobatkan sebagai jalan raya tertinggi di dunia.

(Oleh: Anita Nur Fitriany)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat