Kuliner Asyik di Makassar!

Berkunjung keliling Indonesia, kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Ragam budaya yang dimiliki Indonesia juga mempengaruhi cita rasa masakan daerah masing-masing. Salah satu kota yang terkenal akan ragam kuliner yang khas adalah Kota Makassar. Sepanjang jalan kota tidak jarang beragam plang rumah makan dengan berbagai menu khas masakan Makassar.

Coto Makassar

Makassar, menjadi sebuah provinsi yang begitu melekat dengan ragam kuliner dan produksi Kapal Pinishi yang begitu cantik. Berbicara mengenai kuliner Makassar, satu hal yang begitu identik, apalagi kalau bukan Coto Makassar. Menikmati hidangan potongan daging dengan tekstur lunak sangat cocok menikmati suasana Kota Makassar dengan iklim tropis.

Coto Makassar kerap ditemukan di setiap jalan Kota Makassar. Berbagai papan rumah makan bertuliskan Coto Makassar, Coto Kuda, Coto Panakkukang, dan sebagainya. Ternyata, dari seluruh nama Coto tersebut sebenarnya sama saja, yang berbeda hanyalah namanya saja. Kecuali, Coto Kuda dan Coto Ayam. Tentunya, Coto Kuda berisi potongan daging kuda dan Coto Ayam berisi potongan daging ayam yang dimasak hingga lunak. Kenikmatan hidangan Coto Makassar akan lebih lengkap jika dimakan bersama dengan potongan lontong. Jika Anda berkunjung ke Makassar, jadikan wisata kuliner sebagai destinasi perjalanan Anda. Harga yang ditawarkan pun juga relatif murah. Untuk satu porsi Coto Makassar dibanderol seharga Rp 14 ribu per mangkuk.

Pallu Basa

Kuah kaldu yang dikombinasikan dengan bumbu rempah begitu terasa di lidah saat menyeruput kuah Pallu Basa. Makanan khas Makassar satu ini tidak boleh terlewatkan ketika Anda berkunjung ke Kota yang terkenal akan kuliner dan Kapal Phinisinya. Selain rasa kuahnya yang nikmat, tidak lupa dengan daging berlimpah dalam seporsi Pallu Basa yang disajikan. Makanan khas tersebut memang tidak begitu berbeda dengan Coto Makassar.

Hanya saja terdapat beberapa perbedaan bahan makanan yang disajikan, yaitu pada bumbu halus yang disajikan, serta daging yang ditaburi dalam adonan Pallu Basa. Pada adonan Pallu Basa tidak hanya daging serat yang disajikan, melainkan jeroan, serta otak sapi. Satu lagi sebagai pelengkap dan pembeda antara Pallu Basa dengan Coto Makassar, yaitu terletak pada sajian telur ayam mentah yang di campur ke dalam Pallu Basa. Bagi orang Makassar, pergi ke Makassar tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi Pallu Basa. Satu yang menarik perhatian di antara Pallu Basa lainnya adalah Pallu Basa Serigala. Sekilas memang terdengar ekstrem, namun kata Serigala diambil dari nama jalan dimana lokasi Rumah Makan Pallu Basa tersebut. Pallu Basa Serigala merupakan satu-satunya yang ada di Makassar. Namun, Anda tak perlu khawatir, hampir di setiap rumah makan khas Makassar menyediakan menu Pallu Basa.

Sup Konro dan Konro Bakar Karebosi

Bagi Anda pencinta iga, satu lagi ikon kuliner di Makassar yang wajib dicicipi adalah Konro Karebosi. Konro Karebosi tersebut menyajikan konro bakar, maupun disajikan dengan kuah sup. Makanan khas Makassar satu ini juga tidak kalah ramainya dengan beberapa kuliner lainnya. Konro memang bukanlah makanan yang asing lagi. Pasalnya, di beberapa kota besar, seperti Jakarta pun juga terdapat beberapa restoran yang menyajikan masakan khas Makassar. Meski demikian, kenikmatan yang dirasakan saat menyantap hidangan jelas berbeda. Seperti yang dikatakan oleh salah satu orang Makassar bahwa menyantap konro lebih nikmat dicuaca panas layaknya cuaca terik Makassar. Sayangnya, di Jakarta sebagian besar restoran menggunakan fasilitas pendingin ruangan, sehingga kurang sedap. Konro Karebosi juga menjadi salah satu kuliner Makassar yang wajib dicicipi. Jika Anda ingin menyicipi Anda dapat mengunjungi Konro Karebosi di Jalan Gunung Lompobattang No. 41-43, Makassar, Sulawesi Selatan.

Sop Saudara

Belum puas dengan hidangan coto dan pallu basa, satu lagi yang menjadi makanan khas Makassar, yaitu Sop Saudara. Awalnya, Sop Saudara tersebut dicetuskan oleh Haji Dollahi pada 1957 di daerah Pangkajene atau biasa Pangkep yang melirik usaha sop daging di Pasar Bambu Makassar milik Haji Subair yang cukup laris. Sebelumnya, memang Haji Dollahi mendalami resep sop daging, bahkan pernah menjadi pelayan warung selama tiga tahun. Dari situlah Haji Dollahi berinisiatif untuk membuat sop dengan citarasa berbeda dan nama yang unik, yaitu Sop Saudara.

Sekilas terdengar seperti nama sebuah brand pada sop. Namun, ternyata Sop Saudara merupakan kepanjangan dari “Saya Orang Pangkep, Saudara!”, sehingga disingkat menjadi Sop Saudara. Dari nama tersebu sebenarnya Pangkep merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Sulawesi Selatan. Adapun nama tersebut digunakan juga sesuai dengan visi dan misinya, yaitu menghadirkan nilai dan suasana persaudaraan. Sop Saudara tersebut terletak di Jalan Irian

Memang hampir semua jenis makanan di Makassar identik dengan citarasa rempah yang khas, serta kuah santan. Begitupun juga dengan tekstur Sop Saudara yang memiliki citarasa rempah dalam kuah sop dan potongan daging sapi yang lunak. Berbeda dengan sajian coto, sop tersebut ditambahkan kentang dan paru pada sajian sop. Jika ingin mencicipi Sop Saudara, Anda tidak perlu khawatir kehabisan. Pasalnya, Sop Saudara selalu buka 24 jam untuk melayani pembeli. Anda dapat mengunjungi warung Sop Saudara di Jalan Irian, Makassar.

Pisang Epe dan Saraba’

Menikmati senja di Pantai Losari belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi Pisang Epe’ dan Saraba di kawasan kuliner Pantai Losari. Pisang Epe’ menjadi makanan salah satu khas Makassar yang namanya sudah tidak asing lagi. Pisang Epe’ ini hampir serupa dengan pisang bakar umumnya yang dijual di kedai kopi atau warung kopi. Namun, bedanya pisang yang dibakar menggunakan pisang kepok dan ditaburi topping gula merah cair. Topping inilah yang menjadi pembeda rasa antara pisang epe’ dengan pisang bakar biasanya. Meski beberapa topping lainnya tersedia, namun topping gula merah inilah yang menjadi favorit dan menjadi rasa original.

Menikmati Pisang Epe’ akan lebih nikmat jika ditemani dengan minuman khas Makassar, yaitu Saraba’. Minuman yang diolah dari jahe merah, gula aren, serta susu kental manis tersebut sangat cocok bagi Anda yang ingin menghangatkan tubuh. Saraba’ memang tidak jauh berbeda dengan rasa wedang jahe. Hanya saja Saraba’ ditambahkan susu kental manis. Kandungan manisnya berasal dari gula aren dan susu kental manis. Satu porsi Pisang Epe’ dan sau gelas Saraba’ masing-masing dibanderol dengan harga Rp 10 ribu.

Jalangkote

Memang tidak salah jika Makassar menjadi kota dengan ragam kuliner. Mulai dari makan besar, hingga camilan pun juga memiliki ragam khas Makassar. Seperti halnya dengan Jalangkote. Terdengar sesuatu yang berbeda, namun Jalangkote ini tidak jauh berbeda dengan makanan pastel, baik dari bentuknya hingga rasanya pun sama.

Namun, cara menyajikan Jalangkote di Makassar adalah dengan menambahkan saus pedas manis akan terasa lebih lezat. Untuk satu buah Jalangkote, Anda cukup merogoh kocek Rp 7 ribu. Makanan tersebut sangat cocok sebagai oleh-oleh. Namun, jika Anda ingin membelinya untuk oleh-oleh, jangan lupa meminta untuk dimasak setengah matang. Anda dapat menemukan Jalangkote di sepanjang Jalan Lasinrang, Makassar. Di sana terdapat beberapa toko yang menjual Jalangkote dan aneka camilan lainnya, seperti kroket isi daging dan lumpia Makassar.

Kue Putu

Kue hijau yang terbuat dari teping beras berisi gula merah dan ditaburi kelapa parut tentu sudah banyak yang mengenalnya, apalagi kalau bukan kue putu. Di Makassar juga memiliki kue putu yang tidak jauh berbeda dengan kue putu yang dijual di Jakarta. Namun, ada beberapa hal yang membedakan antara kue putu Makassar, yaitu bentuk dan isinya. Kalau kue putu biasanya berbentuk silinder karena dikukus menggunakan potongan bambu, sedangkan kue putu Makassar berbentuk seperti piring dan berisi kelapa parut tanpa gula. Kue putu tersebut dijual dengan harga sangat terjangkau. Anda cukup membayar seribu rupiah untuk satu buah kue putu.

Es Pallu Butung

Sebuah nama yang unik dan membuat penasaran bagi para wisatawan yang ingin memburu kuliner Makassar. Es Pallu Butung memang menjadi incaran bagi pelancong. Cuaca Kota Makassar yang panas mampu menggugah Anda untuk menyeruput Es Pallu Butung yang disajikan menggunakan potongan pisang raja, fla santan, serutan es batu, susu kental manis, dan satu lagi yang menjadi khas Makassar, yaitu siraman sirup DHT. Kombinasi tersebut sukses menciptakan kelezatan dan kesegaran setelah mengitari Kota Makassar. Anda dapat menemukan hidangan kuliner tersebut di sepanjang jalan Kawasan Kuliner Makassar.

Es Pisang Ijo

Berbeda dengan Es Pallu Butung, Es Pisang Ijo tidak hanya dijual di Makassar, bahkan di Jakarta pun sudah banyak outlet yang menjual Es Pisang Ijo. Serupa tapi tak sama, istilah tersebut sangat cocok untuk menu kuliner tersebut. Bagaimana tidak, pasalnya Es Pisang Ijo hampir serupa dengan Es Pallu Butung. Hanya saja yang membedakan adalah pisang yang disajikan. Pisang dalam Es Pallu Butung disajikan polos tanpa kulit. Sedangkan, pisang dalam Es Pisang Ijo disajikan dengan kulit berwarna hijau yang terbuat dari tepung terigu. Kesegaran yang dirasakan pun sama saat menyantap hidangan penutup tersebut.

Jagung Rebus Takalar

Jika Anda bergeser sedikit ke pinggir Kota Makassar, Anda akan melewati Kabupaten Takalar. Jika diperhatikan, sepanjang Jalan Ronggong Daeng, Takalar berjejer kios yang menjajakan jagung rebus. Memang tidak asing lagi dengan makanan tersebut. Namun, citarasa yang diciptakan sedikit berbeda dari jagung rebus biasanya. Karena, cara menghidangkan makanan tersebut adalah dengan menambahkan garam, cabe rawit dan perasan jeruk limau.

(Oleh: Anita Nur Fitriany)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat