Kota Pink, Pesona Megah Jaipur Nan Ramah

Jika Indonesia memiliki Pantai Tangsi di Pulau Lombok sebagai objek wisata pink. Maka India mengandalkan Kota Pink di Jaipur sebagai destinasi wisata merah muda yang banyak didatangi pelancong dari berbagai penjuru dunia.

Kota Pra-Modern Bernuansa Merah Muda

Kota Jaipur merupakan kota terbesar yang secara administratif menjadi ibu kota dari negara bagian Rajasthan di India. Sejak zaman dahulu, Jaipur sangat terkenal akan arsitektur dan tata kotanya yang maju. Kota yang kini terkenal dengan Julukan “Pink City” ini dibangun pada masa pra-modern. Setiap bangunan memiliki gaya dan arsitektur khas India yang dikombinasi gaya Eropa Pra-Modern.

Selain itu, daya tarik kota terlihat dari keunikan warna bangunan kota yang didominasi warna pink. Nuansa pink kota tidak hanya berasal dari cat  bangunan, tetapi juga dari warna batu yang digunakan sebagai kontruksi bangunan. Tak heran, jika wisatawan datang silih berganti untuk melihat kemegahan bangunan-bangunan Jaipur. Kemegahan yang berbalut merah muda menjadi sasaran bidik kamera wisatawan.

Asal Mula Pemberian Warna Pink

Kota Jaipur pertama kali dibangun Maharaja Jai Singh II pada 18 November 1727. Jalan dalam kotanya terbagi atas enam sektor yang dipisahkan oleh beberapa jalan besar selebar 34 meter. Tata ruang kota Jaipur begitu teratur, tetapi belum didominasi warna pink.

Sejarah mencatat, pada 1876, Raja Jaipur Maharaja Ram Singh memerintahkan warga Jaipur untuk mengecat seluruh bangunan kota dengan warna pink. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut kedatangan Pangeran Albert dan Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke India. Filosofi warna pink bagi masyarakat India melambangkan keramahtamahan. Secara tersirat, Sang Raja ingin menampilkan penyambutan khas Jaipur yang tak terlupakan bagi rombongan Ratu dan Pangeran. Peristiwa ini menandai awal mula Jaipur dikenal dengan ‘Pink City’.

Sejak saat itu, warga Jaipur tetap mengecat sebagian besar bangunan dengan warna pink. Tetapi, sejalan dengan perkembangan modernisasi, masyarakat setempat tidak lagi mendirikan dan mengecat bangunan dengan warna pink. Tetapi, mereka tetap mempertahankan bangunan lama berwarna pink di tengah kota sebagai ciri khasnya.

Istana Hawa Mahal Bak Mahkota Sang Kresna

Salah satu ikon bangunan berwarna pink yang wajib dikunjungi wisatawan saat singgah di Jaipur adalah Hawa Mahal. Kemegahan  bangunan istana ini dapat dijumpai di jantung Kota Jaipur.

Hawa Mahal adalah sebuah istana yang didirikan pada 1799 di masa Dinasti Rajput Kachwaha, Maharaja Sawai Pratap Singh, cucu dari Maharaja Sawai Jai Singh. Bangunan ini diyakini sebagai bentuk perwujudan arsitektur Radjputana yang dirancang sedemikian rupa seperti benteng sarang lebah berwarna merah muda. Menariknya, bentuk istana tersebut terlihat seperti mahkota Dewa Kresna, dewa utama agama Hindu.

Istana yang didesain Lal Chand Usta ini memiliki gaya arsitektur Mughal. Bangunan Hawal Mahal dirancang lima lantai. Ketinggian istana ditaksir mencapai lima puluh meter. Pada keliling bangunan terdapat 953 jendela kecil. Jendela tersebut dikenal sebagai jendela mata angin.

Konon, pada zaman dahulu para ratu dan putri kerjaan memanfaatkan jendela tersebut untuk mengintip kegiatan dunia luar istana. Selain itu, jendela juga memungkinkan angin masuk kedalam istana agar istana tetap dingin. Tak jarak orang menyebutnya sebagai Istana Angin Maharaja.

City Palace

Tak jauh dari Hawa Mahal, terdapat City Palace sebagai sebuah objek wisata  Jaipur yang juga ciamik untuk dikunjungi. City Palace merupakan sebuah kompleks istana Kerajaan Jaipur pada zaman dahulu.

Keindahan City Palace tak kalah mempesonanya dengan bangunan merah muda lainnya. Mulai dari detail keunikan gaya arsitekturnya hingga dekorasi antik interior istana akan memikat mata para pengunjung. Atap, lantai, dan tiang-tiang tembok istana pun sangat khas. Ukiran dan lukisan yang menawan juga menjadi hiasan pada setiap tiang temboknya. Sementara, dekorasi pada kedua gerbang istana mengambil karakter lukisan burung merak dan bunga teratai sebagai simbol negara India.

Kuliner Unik Jaipur

Berwisata ke Jaipur tak lengkap jika tak mencicipi kuliner khasnya, yaitu Dal-Bati-Churma. Dal-Bati-Churma merupakan hidangan lengkap yang cukup istimewa di Rajasthan, India. Biasanya, makanan ini sajikan di hampir semua perayaan masyarakat setempat, baik acara keagamaan, pernikahan atau pun upacara lainnya.

Kekhasan Dal-Baati-Churma terletak pada rasanya yang memadu padankan sensasi pedas dan manis. Dal-Baati-Churma terbuat dari kombinasi 3 jenis makanan yang berbeda, yaitu Dal (terasa sedikit pedas), Baati dan Churma (manis). Kuliner khas ini berbahan utama kacang, tepung gandum, gula dan buah-buahan kering. Sensasi rasanya akan membuat lidah bergoyang.

Catatan Kecil

Jaipur memiliki akses dan transportasi yang cukup baik. Tak sulit mencari kendaraan umum di Jaipur. Jika perjalanan dimulai dari utara Kota Jaipur, tepatnya dari benteng Amer Fort. Maka Anda dapat menggunakan bus AC nomor 5 atau bus kecil bernomor 21 untuk mencapai tengah kota. Jika Anda mempertimbangkan kenyamanan, sebaiknya menggunakan bus no.5 karena tidak terlalu padat.

Saat tiba di tengah kota, Pink City biasanya disusuri wisatawan dengan berjalan kaki. Karena membutuhkan energi cukup besar, maka Anda perlu mempersiapkan air minum yang cukup. Pasalnya, Jaipur iklim gurun yang cukup panas di siang hari. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati kota merah muda khas India. (Oleh: Candra Fivetya)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat