Jazz, Alunan Musik Berkarakter dan Berideologi

Hampir semua manusia di dunia ini menyukai musik, baik musik tradisonal maupun musik modern yang banyak digadrungi para pemuda. Telah dikenal bahwa musik telah menjadi bahasa universal. Pasalnya,  melalui musik insan manusia dapat saling berkomunikasi hingga menyentuh segala lapisan masyarakat.

Dewasa ini, musik telah menjadi gaya hidup sebagian orang dan hadir dengan beragam jenisnya. Salah satunya ynag populer adalah musik jazz.

Musik jazz merupakan pembauran berbagai jenis musik, antara lain blues, ragtime, brass-band, musik tradisional Eropa dan irama-irama asli Afrika. Suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan jenis ini biasanya menggunakan instrumen piano, bass, drum, gitar, saksofon, trombon, dan trompet.

Berawal Dari Tangan Kreativitas  Orang-Orang Kulit Hitam

Beberapa sumber menyebutkan, pada awalnya, musik jazz menjadi musik dansa perkotaan. Tercatat, pada akhir abad ke-18 menjadi kemunculan musik jazz pertama kali di Amerika. Hal tersebut berawal dari tangan kreativitas  orang-orang kulit hitam yang mengalami penindasan dan perbudakan.

Musik jazz menjadi bentuk luapan ekspresi menentang atas rasis dan penindasan kala itu. Bahkan sejarah mencatat terdaat beberapa jenis musik yang dilahir atas fenomena tersebut selain musik jazz, yakni Spiritual, gospel dan blues.

Oleh karenanya, masa itu ekspresi nada, harmoni, dan gaya permainan musik jazz membawa sebuah ideologi pembebasan diri orang Afro-Amerika dari belenggu struktur sosial-politik.

Contohnya, ragtime menjadi titik awal perkembangan jazz klasik (march, waltz dan polka). Kemudian terdapat juga swing yang merupakan modifikasi dari ragtime. Dan disusul dengan free jazz yang merupakan reinterpretasi dari musik bebop. Terakhir, world music, merupakan dekonstruksi jazz mainstream.

Perkembangan Musik Jazz

Seiring perkembangan zaman mengalami pergeseran gaya permainan bermusik yang baru sehingga timbul gaya-gaya permainan baru. Menurut Berend (1992), kronologi perkembangan jazz terdiri atas  dalam tiga periode dengan gaya permainan yang unik.

Pertama, periode jazz tradisional (1890-1940) melahirkan gaya-gaya permainan Ragtime, New Orleans, Dixieland, New Orleans in Chicago, Kansas City, Chicago, Swing.

Kedua, periode jazz modern (1940-1980) memunculkan New Orleans and Dixieland Revival, Bebop, Cool, Hardbop, Free, Mainstream, Fusion.

Ketiga, periode jazz postmodern (1980-saat ini) memproduksi gaya-gaya Neobop, free Funk, Classicism, Neo-Classicism, No Wave dan World Music.

Kendati demikian, Musik di Indonesia terbilang sedikit penggemarnya. Bahkan, tak semua  lapisan masyarakat mengenasl jazz. Sehingga tak jarang disebur sebagai musik milik lapisan elit dan eksklusif. Hal tersebut sangat terbalik dengan ideologi awal musik jazz. Hal tersebut terkendala sosialisasi ke masyarakat.

Karakater penikmat musik jazz

Jika pernah mendengar psikologi warna yang dapat menunjukan karakter seserorang sesuai warna kesukaannya, maka sama halnya dengan musik jazz. Seseorang dapat dikenali karakternya dari jenis jazz yang disukainya. Berdasarkan beberapa sumber menyebutkan, bahwa penikmat jazz yang menyukai jenis Classic jazz biasanya memiliki kepribadian yang santai dan bebas.

Sedangkan, penikmat jazz jenis Swing jazz biasanya memiliki karakter romantis dan penuh perhatian. Swing sering dikatakan sebagai musik dance.

Kemudian, terdapat juga karakter yang sederhana, namun selalu ceria yang dimiliki para penikmat Gypsy jazz. Pasalnya, salah satu jenis jazz ini merupakan jenis jazz yang banyak dipengaruhi oleh musik rakyat atau yang biasa disebut dengan folk music dari Eropa Timur.

Terlebih, bagi pribadi yang menyukai jazz jenis Groove biasanya memiliki karakter menarik, menyenangkan, dan mudah bergaul. Groove jazz yang sering disebut “of-shoot of Soul Jazz” ini menjadikan musik jenis tersebut banyak digandrungi para pemuda. Pasalnya, Groove kerap menggunakan tone-tone dari musik blues dengan fokus terutama pada rhytms.

Semetara, penyuka aliran jazz Fusion merupakan seorang yang cenderung  berkarakter independen dan bebas merdeka. Jazz jenis ini merupakan jazz yang mendapat campuran dari musik rock dan semacam “pemberontakan” musisi jazz. (Oleh: Candra Fivetya)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat