Jangan Lupa Memelihara Arah #Series14

Content marketing merupakan salah satu cara meningkatkan awareness pasar terhadap merek/brand maupun produk tertentu. Tentu saja, metoda yang digunakan berbeda dengan metoda tradisional. Umumnya, metoda tradisional mengedepankan aspek ber-iklan yang bersifat satu arah, yaitu secara TOP-DOWN dari pemilik merek/brand atau produk kepada “target” pasar mereka yang kebanyakan merupakan warganet. Iklan disampaikan dalam berbagai bentuk melalui sejumlah media, termasuk media sosial sebagai salah satu platform diskusi dan sosialisasi warganet yang saat ini tengah nge-tren dan HOT.

Sebaliknya, content marketing menggunakan metoda yang senada dengan soft selling. Memosisikan dirinya sebagai teman, merek/brand melakukan pendekatan humanis kepada warganet. Alih-alih gencar melakukan promosi, merek/brand justru menyajikan rangkaian informasi yang bermanfaat untuk mengembangkan diri sekaligus menjadi sarana warganet mencapai cita-citanya. Tentu saja informasi tersebut mesti berkaitan dengan bisnis yang digeluti oleh merek/brand.

Informasi yang disajikan, diharapkan dapat memancing diskusi antar warganet subculture tertentu yang tergabung sebagai “komunitas” platform tersendiri. Diskusi dapat berkembang ke arah positif maupun negatif. Hal ini tidak dapat dihindari. Mengapa demikian? Karena sebagai teman, merek/brand tidak berhak mengatur pendapat teman-teman lainnya. Semua bebas menyatakan pendapat.

Salah satu jurus yang dapat diimplementasikan merek/brand untuk mengendalikan image sekaligus menempatkan positioning-nya secara on track adalah dengan “beriklan”. Jurus ini ada baiknya dilakukan secara berkala sesuai dengan momentum tertentu. Tujuan utamanya adalah memberikan frame yang tepat bagi produk/jasa yang dihadirkan merek/brand. Dengan demikian, diskusi yang tercipta tetap terjaga pada koridor yang semestinya, yaitu sesuai dengan karakteristik bisnis merek/brand.

Jadi, ingat selalu. Jangan memaksa warganet menelan bulat-bulat informasi yang ingin kita sampaikan. Sajikan informasi yang mereka inginkan tentang kita, agar mereka bisa berkembang. Biarkan informasi itu menjadi bahan diskusi yang hangat diantara teman. Apabila sudah terlalu jauh “melenceng”, tayangkan iklan dengan nuasa bersahabat. Strategi ini bisa menjadi obat yang manjur. Boleh dicoba…

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat