Jangan Ada Dusta Diantara Kita #Series 9

Untuk merumuskan dan menentukan konten yang paling sesuai dan dibutuhkan warganet untuk terus berkembang, ada baiknya kita menggunakan tools pendukung. Survey adalah salah satunya.

Sebelum kita melakukan survey, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu karakteristik survey itu sendiri. Sejumlah informasi menjelaskan, survey, terutama yang bersifat konvensional dan dilakukan secara formal, pada umumnya belum dapat menggali “hasrat/harapan terpendam” yang sejatinya menjadi kunci dari ragam informasi yang penting untuk kita ketahui. Kerap kali, responden bersikap normatif saat menjawab pertanyaan-pertanyaan (ataupun memilih pernyataan-pernyataan) yang diajukan dalam survey konvensional. Sehingga, hasilnya pun hanya sekedar basa-basi normatif.

Berkaca pada pesatnya perkembangan dunia digital, yang salah satunya tercermin dalam penggunaan media sosial secara masif, maka diperlukan pendekatan survey yang baru. Diantaranya dengan menggunakan tools yang sesuai. Dalam buku Marketing 4.0 karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan, beberapa tools yang dapat digunakan untuk survey, antara lain social listening, netnography, dan juga emphatic research. Ketiganya diharapkan mampu memberi informasi yang lebih akurat mengenai keinginan “tersembunyi” yang selama ini belum terungkap secara gamplang melalui sejumlah survey konvensional.

Dengan menganalisa hasil survey yang lebih akurat, maka tentunya kita akan lebih mudah memberikan dan menyajikan produk berupa barang maupun jasa yang lebih sesuai dengan kebutuhan warganet. Cara-cara ini tentu patut kita pertimbangkan bersama, sehingga tidak ada lagi “dusta diantara kita”. Bukankah demikian?

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat