Ini Dia Asal Usul Lampu Lalu Lintas!

Keberadaan lampu lalu lintas bukanlah sesuatu hal yang asing bagi masyarakat. Bahkan, hampir setiap hari ketika Anda memulai aktivitas di luar sana, seringkali menjumpai lampu lalu lintas di setiap sudut jalan.

Adanya lampu lalu lintas menjadi salah satu elemen penting bagi para pengguna jalan. Baik itu pengemudi, maupun pejalan kaki. Lampu tersebut memberikan tanda kapan kendaraan harus berhenti dan kapan kendaraan melaju kembali, serta memberi tanda bagi pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan.

Fungsi tersebut memberikan dampak keadaan jalan yang akan lebih teratur dan terkesan rapih. Namun, sebenarnya siapa yang membuat konsep adanya lampu lalu lintas? Bagaimana konsep tersebut bisa berkembang hingga saat ini?

Lampu lalu lintas ditemukan oleh Lester Farnsworth Wire. Inovasi penemuan ini bermula ketika Lester melihat peristiwa kecelakaan yang dialami oleh pengemudi mobil dengan kereta kuda. Lalu, terlintas dalam benak Lester untuk mencari cara pengatur lalu lintas supaya aman dalam berkendara. Padahal, saat itu sudah ada sistem yang mengatur lalu lintas berbentuk sebuah sinyal stop and go.

Sinyal tersebut pertama kali digunakan di London pada 1863. Sayangnya, pada 1869 penggunaan sinyal tersebut tidak berjalan efektif, karena terjadi insiden peledakan pada sinyal itu secara tiba-tiba. Sejak terjadinya kerusakaan itu, maka sinyal stop and go tidak digunakan lagi. Sebelumnya, Garrett August Morgan merasakan sinyal stop and go memang sudah mengalami kerusakan, meskipun tidak secara total. Meski demikian, angka kecelakaan terus meningkat.

Lampu Lalu Lintas Mulai Dikembangkan

Kemudian, dari situ Morgan mencoba untuk merancang ulang dan memperbaiki fungsinya. Rancangan yang dibuat oleh Morgan tersebut sangat membantu mengurangi terjadinya kecelakaan bagi para pengguna jalan. Lampu lalu lintas yang didesain berbentuk huruf T tersebut terdiri dari tiga lampu, yaitu lampu merah, lampu kuning dan lampu hijau.

Penemuan Lester yang dikembangkan oleh Morgan tersebut rupanya turut disempurnakan oleh seorang polisi bernama William Potts pada 1922. Potts menyempurnakan lampu lalu lintas tiga warna  dengan sistem operasi otomatis menggunakan tenaga listrik. Lampu lalu lintas yang disempurnakan oleh Potts tersebut pertama kali beroperasi di Houston, Texas. Kemudian, digunakan oleh Inggris pada 1927.

Filosofi Warna Merah, Kuning dan Hijau

Mengapa warna yang digunakan adalah merah, kuning dan hijau? Tentu saja tiga warna tersebut memiliki filosofi tersendiri. Penggunaan konsep warna merah memiliki filosofi bahwa warna merah identik dengan warna darah. Jadi, ketika masa peperangan terjadi pertumpahan darah hingga menimbulkan kematian. Kemudian, muncul golongan anti peperangan, sehingga mereka membuat peraturan larangan untuk berperang dan saling melukai. Maka, terhitung sejak saat itu warna merah menjadi simbol larangan atau berhenti.

Lalu, warna kuning. Warna yang satu ini digunakan berdasarkan filosofi api yang berkobar. Sebenarnya, api yang dimaksud memiliki dua pilihan, yaitu api kecil yang mampu dikendalikan yang memiliki manfaat, atau api besar yang tidak bisa dikendalikan sehingga menimbulkan bahaya. Ketika zaman peperangan, prajurit perang mengamati musuhnya menggunakan api. Alasannya, karena api memiliki manfaat untuk berbagai hal, seperti untuk penerangan dan memasak. Jika prajurit perang melihat api dari musuhnya, maka mereka harus perlahan dalam menghadapi musuh. Sejak saat itulah warna kuning digunakan sebagai simbol kewaspadaan dan kehati-hatian.

Kemudian, warna hijau menunjukkan warna daun. Memang tidak semua daun memiliki warna hijau, namun kandungan warna hijau terdapat pada setiap tanaman. Tanaman juga memiliki beberapa fungsi sebagai kesehatan. Tanaman-tanaman itu menunjukkan keberagaman. Dari situ, keberagaman ini dianggap sebagau suatu kebebasan. Maka, sejak saat itu warna hijau digunakan sebagai simbol kebebasan dan aman untuk berjalan pada lampu lalu lintas. Sejak penyempurnaan lampu lalu lintas, lampu itu disusun secara vertikal.

(Oleh: Anita Nur Fitriany)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat