Hindari Cidera Kepala Dengan Helm Pengaman

Resiko serta tantangan tentunya selalu dihadapi oleh para pekerja yang bekerja di area pertambangan. Lingkungan kerja tersebut banyak bahaya yang harus dihadapi. Hal ini membuat para pekerja perlu dilengkapi alat-alat keselamatan yang baik. Salah satunya adalah alat pelindung kepala atau yang lebih dikenal dengan Helm pengaman.

Perlindungan terhadap kepala merupakan hal yang sangat penting, karena cidera kepala dapat berakibat fatal bagi pekerja. Alat pelindung kepala ini  terbuat dari material yang tahan benturan sehingga mampu melindungi kepala dari cidera jika terjadi benturan keras atau terkena benda tajam. Selain itu helm pengaman juga dapat melindungi pekerja dari sengatan listrik. Helm wajib digunakan oleh pekerja manakala :

  • Terdapat potensi benda jatuh dan mengenai kepala.
  • Terdapat potensi benturan dengan benda keras baik yang tetap atau bergerak.
  • Terdapat potensi kepala terkena sengatan listrik.

Secara umum alat pelindung kepala (helm keselamatan) harus memenuhi kriteria berikut:

  • Tahan terhadap penetrasi atau tusukan dari benda.
  • Dapat menyerap kejutan pukulan.
  • Tahan terhadap air dan tidak mudah terbakar.
  • Memiliki intruski penggunaan yang jelas dan memiliki sistem perubah atau penggantian suspensi dan ikat kepala.

OSHA (Occupational Safety and Health Administration) merekomendasikan untuk menggunakan helem pengaman yang memenuhi standar ANSI Z89.1-1986.

Berikut jenis-jenis Helm Pengaman

Dipasaran terdapat beberapa jenis helm pengaman yang dijual dipasaran. Selain memilih helm pengaman yang memenuhi standar ANSI, kita juga harus memastikan memilih jenis helm yang tepat untuk melindungi pekerja dari jenis bahaya yang ada ditempat kerja masing-masing, tentunya sesuai dengan hasil analisis bahaya yang sudah dilakukan. Secara garis besar helm pengaman industri dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Kelas A

Memberikan perlindungan terhadap benturan benda jatuh dan penetrasi benda keras serta perlindungan terhadap sengatan listrik hingga 2,200 volt.

  • Kelas B

Memberikan perlindungan terhadap benturan benda jatuh dan penetrasi benda keras serta perlindungan terhadap sengatan listrik hingga 20,000 volt.

  • Kelas C

Memberikan perlindungan terhadap benturan benda jatuh, ringan dan nyaman akan tetapi tidak memberikan perlindungan terhadap sengatan listrik.

Selain dari tiga kategori diatas juga terdapat jenis lain yang dijual dipasaran yang dikenal dengan “bumb hat”. Jenis ini dirancang bagi area kerja yang rendah sehingga mudah terbentur atau tergores dan tidak dirancang untuk benturan benda jatuh. Helm pengaman ini tidak memenuhi standar ANSI.

Hal lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih helm pelindung adalah ukuran dan kemudahan perawatan. Ukuran helm yang terlalu besar atau kecil tidak akan memberikan perlindungan maksimal terhadap kepala disamping tidak nyaman pada saat digunakan. Helm pengaman harus pas untuk kepala sipemakai, biasanya selalu ada beberapa ukuran yang dilengkapi dengan sistem perubah sehingga dapat disesuaikan dengan ukuran kepala. Beberapa jenis helm dilengkapi dengan asesories yang berfungsi untuk kompatibilitas dengan APD lain, seperti slot untuk penutup telinga, kacamata pengaman, pelindung wajah dan lampu senter. Semua asesories yang ditambahan tidak boleh mengurangi atau mempengaruhi fungsi perlindungan kepala dari helm tersebut.

Selain itu helm pengaman harus dibersihkan secara berkala agar terawat dan tahan lama. Sebaiknya setiap dilakukan pengecekan terhadap tali pengikat, sistem suspensi, dan bagian topi untuk memastikan tidak ada keretakan atau lobang dan kerusakan lainnya yang dapat membahayakan si pengguna. Beberapa jenis pembersih organic dapat merusak atau menurunkan daya tahan helm, dan sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan pemasok tentang tata cara pembersihan dan perawatan helm.

 

(Oleh: Chairudi Barata)

Sumber : http://healthsafetyprotection.com/

(dimuat di majalah ESDM Mag (Kementerian ESDM) – Edisi 2 2015)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat