Hari Raya Nyepi dan Manfaatnya Untuk Lingkungan

 

Memperingati Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1940, umat Hindu akan memperingati dengan Catur Brata Penyepian atau empat pantangan. Empat pantangan ini terdiri dari Amati Karya yakni tidak bekerja, Amati Lelungan atau tidak berpergian, Amati Geni atau tidak menyalakan api, dan Amati Lelanguan atau tidak bersenang-senang. Terdapat beberapa fakta menarik dibalik tradisi yang dilaukan pada hari Nyepi ini. Tidak hanya bermanfaat bagi para umat Hindu yang menjalankan ibadahnya, namun juga berpengaruh besar bagi lingkungan sekitar.

  1. Terbukti, pada Hari Raya Nyepi umat Hindu berkontribusi mereduksi gas karbon dioksida (H20) sebanyak 20.000 ton dalam sehari. Ditambah lagi banyak bintang yang dapat terlihat pada malam hari.
  2. PBB mengesahkan “World Silent Day” yang dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 21 Maret ini ternyata terinspirasi dari Hari Raya Nyepi.
  3. Bali, sebagai wilayah Indonesia yang paling banyak menganut agama Hindu ternyata dapat menghemat pemakaian tenaga listrik hingga 60% atau sekitar 290 megawatt (MW). Jumlah ini apabila dirupiahkan dapat mencapai hingga Rp 4 Miliar.
  4. Pemakaian bahan bakar solar berkurang hingga 500.000 liter pada hari Nyepi. Hal ini dikarenakan dua pembangkit listrik di Bali dimatikan, yakni PLTGU Pemaron dan PLTG Gilimanuk.
  5. Meskipun bandara tidak beroperasi total pada hari Nyepi, namun ternyata hotel-hotel di Bali berlomba untuk memberikan harga paket termurah lho.

(dikutip dari berbagai sumber)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat