Hari Batik Nasional

Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 tahun  2009, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Tapi tahukah kamu? Peringatan tersebut berawal dari penetapan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO.

Sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya kita berbangga hati memiliki batik sebagai warisan leluhur yang kental akan simbolisasi kehidupan manusia dari kelahiran hingga kematian. Nilai-nilai kemanusian banyak tersirat dalam motif-motif batik yang beragam jenisnya.

Tak ubahnya dunia pemasaran warganet, pada era digital, manusia cenderung lebih akrab berinteraksi dengan kecanggihan teknologi dan mesin, dengan demikian sentuhan “manusia” menjadi diferensiasi tersendiri yang menarik perhatian warganet.

Menurut Philip Kotler, saat beralih ke marketing 4.0 di era yang semakin digital, marketer diharapkan semakin fokus pada pemasaran yang berorientasi pada karakteristik manusia, yaitu fisik, intelektual, sosial, emosional, kepribadian, dan moralitas.

Untuk mendapatkan empati pelanggan, brand harus mampu mempengaruhi pelanggan sebagai teman tanpa menaklukan mereka dengan mengolah enam artibut manusia tersebut. Oleh karenanya, brand/merek haruslah menarik fisiknya, menarik secara intelektual, menarik secara sosial, dan menarik secara emosional, dan pada waktu yang sama menunjukkan kepribadian dan moralitas yang kuat.

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat