Energi Gelombang Laut Bermanfaat Sebagai Energi Hijau

Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) mengusulkan Indonesia untuk mulai membangun pilot project energi arus laut dan gelombang laut dengan kapasitas minimal masing-masing 1 Megawatt (MW) pada 2014. Guna merealisasikan pilot project tersebut, maka perlu diterapkan teknologi dua arah (double tracts strategy). Pertama, dengan cara percepatan pemerataan akses energi, kemudian, Kedua, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Yang dimaksud dengan percepatan pemerataan akses energi yaitu dengan masih terbatasnya akses listrik untuk 80 juta penduduk di daerah kepulauan, terpencil atau perbatasan, sehingga energi laut dapat menjadi salah satu pilihan namun dengan tetap mempertimbangkan sumber energi lain untuk penyediaan listrik yang memadai. Sedangkan, yang dimaksud pengurangan ketergantungan pada BBM, yaitu dimana subsidi yang mencapai 15 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan harga energi laut yang kompetitif terhadap BBM.

Berangkat dari kenyataan tersebut, pengembangan energi laut skala menengah dan besar menjadi salah satu solusi. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai jenis lingkungan perairan yang khas. Karena itu berbagai jenis lingkungan perairan tersebut dapat mengakomodasi berbagai jenis teknologi yang berkembang di dalam maupun luar negeri.

Disamping itu, kapasitas nasional dan tingkat kandungan dalam negeri energi laut relatif besar yang bisa memberikan multflier effect dengan menciptakan industri, lapangan kerja dan perekonomian. Dengan potensi seperti ini, pemerintah selayaknya segera membuat pilot project dengan skala yang memadai, baik jenis arus, gelombang maupun panas laut dalam rangka memenuhi Undang-undang No.17 Tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional dan Undang-undang Energi No.30 Tahun 2007.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), untuk energi laut yang terdiri dari arus pasang surut, gelombang dan panas laut terdapat sumber daya energi laut Indonesia terbagi menjadi potensi teoritis sebesar 749.000 MW, potensi teknis 49.000 MW dan potensi praktis 43.000 MW.

Saat ini, dampak pemanasan global terasa di seluruh penjuru dunia sehingga perubahan iklim menjadi perhatian utama setiap orang. Mereka juga sangat memperhatikan tentang krisis lingkungan yang terutama terjadi karena disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik batu bara menghasilkan gas karbon dioksida dalam jumlah banyak. Sebenarnya, sumber daya berkelanjutan dan ramah lingkungan saat ini banyak tersedia, salah satu teknologi berkelanjutan itu adalah “Daya Kinetik Ombak”, yaitu sebuah teknologi yang sudah diterapkan atau dikembangkan di beberapa negara.

Sebagai contoh, perusahaan Finlandia Energi-AW menghasilkan alat energi ombak yang disebut WaveRoller, yang tergantung pada gelombang dasar laut untuk menghasilkan tenaga listrik. Inspirasi teknologi hijau ini ditemukan pada tahun 1993 ketika pendiri perusahaan dan penyelam professional, Rauno Koivusaari, sedang menyelam di Lautan Baltik. Ketika ia menemukan kapal rusak, hampir saja ia tertabrak oleh pintu yang bergerak menutup dan membuka dikarenakan gerakan gelombang air di dasar laut. Melihat kejadian ini membuat Mr. Koivusaari berpikir untuk memproduksi energi dengan memanfaatkan gelombang dasar laut, dan rasa penasarannya itu mendorongnya untuk menciptakan Energi-AW.

Pendekatan Energi-AW menggunakan “gelombang dasar” atau gerakan air di bawah permukaan laut. Untuk melakukan ini, WaveRoller (Gulungan Ombak) atau beberapa plat diletakkan di dasar laut sehingga bergerak maju dan mundur. Gaya gelombang laut pada alat itu akan menghasilkan energi yang dapat kita hubungkan dengan pompa piston, sehingga dengan generator listrik di darat energi itu dapat diubah menjadi energi listrik.

Menurut perusahaan itu, teknik gulungan ombak ini berbeda dengan teknologi kelautan yang lain karena teknologi ini tidak terlihat, tidak menimbulkan polusi suara dan tidak terpengaruh oleh badai yang mungkin terjadi. Energi-AW juga menyatakan bahwa peralatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat WaveRoller tidak mencemari lingkungan. Misalkan, mereka menggunakan minyak yang dibuat dari tanaman pada peralatan hidrolik yang digunakan pada sistem generator ombak yang inovatif ini.

Perusahaan ini telah melakukan uji coba di Pantai Peniche, Portugal, dengan target utamanya adalah menghasilkan energi 10 megawatt dari WaveRoller di perariran Portugal dalam kurun waktu dua tahun ini. Telah diperkirakan bahwa energi ombak ini mempunyai kemampuan menyumbang 10 persen dari keseluruhan kebutuhan listrik secara global tanpa menghasilkan emisi CO2. Lebih lanjut, gelombang dasar yang terjadi dekat pantai yang digunakan oleh WaveRoller merupakan sumber energi yang mudah didapatkan di mana-mana, karena terdapat di sepanjang garis pantai.

Kerajaan Inggris merupakan salah satu negara yang memanfaatkan energi abadi yang ramah lingkungan ini. Sebuah perusaahan Inggris, Marine Current Turbines Limited (MCT) sedang dalam proses untuk memasang 12 megawatt sistem energi ombak Seagen di Stangford Lough di Pantai Irlandia Utara. Sistem ini terdiri atas 20 turbin kembar yang panjangnya 20 m dan dipancakan pada sumbu vertikal pada lempeng laut. Kecepatan ombak di daerah ini menyebabkan turbin itu berputar dengan kecepatan 10 sampai 20 kali per menit, sehingga para ahli mengatakan bahwa hal ini tak akan berpengaruh terhadap hewan-hewan laut.

Proyek ini dijadwalkan akan selesai sebelum musim panas 2008, dan jika berhasil maka perusahaan ini berencana untuk membuat pembangkit energi ombak di sepanjang pantai Inggris, sehingga diharapkan pada akhirnya dapat memenuhi 15 hingga 20 persen kebutuhan negara itu terhadap teknologi yang hijau. Sebagai peserta yang ikut menandatangani Protokol Kyoto, Inggris telah mengeluarkan undang-undang agar dapat membuat langkah yang sesuai dengan hal itu.

Sebuah proyek energi kinetik ombak yang lain di Atlantik juga terdapat di New York, AS, yaitu Roosevelt Island Tidal Energy (RITE), yang saat ini telah membangkitkan 1.000 kilowatt energi hijau setiap hari. RITE diakui sebagai pembangkit energi kinetik ombak aliran bebas yang pertama. Proyek ini masih dalam fase uji coba tetapi setelah selesai diharapkan telah terpasang 200 turbin di dasar Sungai Timur sehingga dapat membangkitkan energi listrik sebesar 10 megawatt untuk penduduk Kota New York. Sebelum tahun 2013, sekitar 25% energi yang digunakan di kota itu dihasilkan oleh energi ombak.

Dalam masa-masa genting perubahaan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia dalam menimbulkan pemanasan global, adalah sangat penting agar kita menggunakan semua daya kita untuk mengurangi emisi CO2. Tentu saja agar kita dapat memenuhi keinginan manusia untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap energi yang berasal dari bahan bakar fosil, maka kita harus mulai menggunakan alternatif sumber energi berkelanjutan.

Pemecahan bagi masalah pemanasan global sudah ada, akan tetapi perlu diimplementasikan dalam skala yang luas oleh semua pemerintah dan negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, marilah kita membuat suara hati kita terbuka dan melakukan perubahan sebelum semuanya terlambat. (Oleh: Abdullah Baradja)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat