Digital Marketing, Sahabat Lingkungan Hidup #LingkunganHidupSeries1

Mau berkontribusi melestarikan lingkungan hidup? Digital marketing adalah salah satu solusinya. Strategi pemasaran berbasis teknologi digital ini menghadirkan sejumlah keunggulan signifikan yang mampu mendukung terwujudnya kelestarian lingkungan hidup berkelanjutan.

Digital marketing menggunakan sosial media, website, maupun media digital lainnya (termasuk cloud technology) sebagai sarana utama proses pemasarannya. Dewasa ini, fenomena tersebut semakin menguat. Salah satunya terlihat dari perpindahan penayangan iklan, dari media cetak ke media digital, khususnya media sosial, seperti facebook, instagram, twitter dan juga youtube. Artinya, dengan mengaplikasikan digital marketing, maka pemasar telah mereduksi jumlah pemakaian kertas yang selama ini masih mendominasi sebagai media penyampai promosi/iklan. Sejak lama, hal serupa telah dilakukan media promosi elektronik, seperti penayangan iklan di TV maupun radio.

Coba warganet bayangkan, berapa jumlah pohon yang berhasil di “selamatkan” dari proses pembuatan kertas sebagai media penayang iklan/promosi. Sebatang pohon pinus “dikorbankan” untuk menghasilkan sekitar 80.500 lembar kertas berukuran A4. Perhitungan lainnya menampilkan data bervariasi. Seperti, satu rim fotokopi/HVS/A4 kertas (480-500 lembar) memakai 6% pohon. Satu pohon berusia 5 tahun, dapat menghasilkan 16.67 rim kertas (+- 8.300 lembar). Satu ton kertas membutuhkan 12 pohon, sedangkan majalah yang lapis dan glossy membutuhkan lebih dari 15 pohon.

Nah, warganet tentunya dapat membayangkan bahwa dengan menggunakan digital marketing berbasis teknologi dan bersifat paperless, maka akan tercipta potensi yang signifikan untuk menyelamatkan pohon sebagai salah satu elemen utama lingkungan hidup. Langkah sederhana (dan juga lebih terjangkau) ini merupakan salah satu pilihan bijak yang patut dilirik para tenaga pemasar. Bukankan demikian? Yuk, go digital!

 

Note : Secara umum, sejak satu dekade terakhir, penggunaan kertas cenderung menurun, khususnya dari kebutuhan cetak dan tulis menulis. Namun disisi lain, produksi maupun permintaan terhadap kertas tisu maupun kemasan melonjak naik. Permintaan kertas (dan juga plastik) kemasan melompat naik, karena disebabkan pertumbuhan kebiasaan masyarakat untuk berbelanja online. Sebuah dilema yang patut dicermati bersama.

 

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat