Cepatnya Memproses Minyak dari Ganggang Laut

 

Penemuan untuk membuat minyak berbagai bahan/sumber yang ada di alam terus berkembang. Termasuk diantaranya membuat minyak memanfaatkan ganggang. Insinyur Michigan dengan proses memasak bertekanan pada ganggang dalam waktu singkat mampu mengubah 65 persen bagian ganggang menjadi minyak mentah.

“Kami mencoba untuk meniru proses di alam yang membentuk minyak mentah dengan organisme laut ,” kata Phil Savage, seorang profesor Arthur F. Thurnau dan juga profesor teknik kimia di University of Michigan. Temuannya telah dipamerkan 1 November di 2012 lalu pada Pertemuan tahunan insinyur teknik kimia American Institute di Pittsburgh.

 

Satu Menit

Savage mengatakan hanya memerlukan waktu 60 detik untuk menguraikan semua komponen ganggang itu – bahkan bukan hanya minyak mentah, tetapi juga gula dan proteinnya dapat diambil untuk digunakan menjadi energi bentuk lain. Ganggang laut yang dipilih Savage adalah dari jenis Nannochloropsis.

Sekalipun telah banyak percobaan mengubah ganggang menjadi biofuel atau bahan bakar biologis, tetapi proses Phil Savage berbeda. Dengan dukungan National Science Foundation, profesor Universitas Michigan itu bersama para mahasiswa doktoralnya awalnya menumbuhkan ganggang dalam tabung kaca di laboratoriumnya. Dengan tidak mengeringkannya, Phil savage memprosesnya dalam keadaan basah.

Pada proses pembuatan minyak mentah tersebut, Savage dibantu Julia Faeth, seorang mahasiswa doktoral di laboratorium Savage, mengisi konektor pipa baja dengan ganggang basah 1,5 mililiter, ditutup dan ditanam di dalam pasir bersuhu 11000 Fahrenheit. Dipakainya ganggang dalam volume yang kecil untuk memastikan bahwa panasnya masuk ke ganggang. Namun dengan waktu pemanasan hanya satu menit maka ganggang hanya sebentar menyentuh 5500F sebelum ditarik ke reaktor kembali .

Sebelumnya, Savage dan timnya mencoba memanaskan ganggang dengan interval 10 sampai 90 menit. Mereka mendapatkan hasil terbaik mereka yaitu sekitar separuh dari ganggang telah berubah menjadi minyak mentah, setelah memanaskannya selama 10 sampai 40 menit pada suhu 5700 F.

Lalu bagaimana caranya pemanasan satu menit bisa menghasilkan minyak jauh lebih baik? Savage dan Faeth awalnya juga tidak yakin, sampai mereka melakukan lebih banyak eksperimen. Mereka memiliki beberapa ide . “Dugaan saya adalah bahwa reaksi yang menghasilkan minyak mentah sebenarnya bisa berlangsung lebih cepat dari perkiraan sebelumnya , ” kata Savage .

Faeth menunjukkan bahwa pemanasan cepat dapat meningkatkan produksi minyak mentah sekaligus menghindari efek yang tidak diinginkan. “Jika pemanasannya lama, minyak yang terbentuk bisa saja  terurai menjadi zat yang larut dalam air, Dengan tingkat pemanasan cepat akan mencegah reaksi itu terjadi ” kata Faeth .

Ekonomis

Dengan waktu reaksi yang lebih pendek menunjukkan bahwa reaktornya tidak harus besar, “Dengan mengurangi volume reaktor, biaya membangun pabrik minyak mentah juga menurun ” kata Faeth. Perintis pertama yang membuat bahan bakar berbasis ganggang komersial menggunakan ganggang kering yang diekstrak menjadi minyak, harganya lebih dari $ 20 per galonnya, masih jauh dari harga BBM di pompa bensin . “Perusahaan tahu bahwa pendekatan ini tidak ekonomis, sehingga mereka melirik pendekatan untuk menggunakan ganggang basah, seperti percobaan kami,” kata Savage .

Salah satu keuntungan dari metode basah adalah bahwa hal itu tidak hanya mengekstrak lemak yang ada dari ganggang – yang ternyata merusak protein dan karbohidrat, namun metode satu menit ini juga berjalan begitu berhasil sehingga minyak yang dihasilkan 90 % nya bisa diubah menjadi energi,

Menghilangkan Oksigen dan Nitrogen

Profesor Savage yakin minyak mentah dari ganggang dapat menjadi energi biofuel alternatif yang menarik, di samping percobaan yang menggunakan jagung atau biomassa lain. Ia mengatakan bahwa sekalipun mobil sedang bergerak ke arah penggunaan sumber tenaga alternatif seperti dinamo listrik atau cell hidrogen dan mesin pesawat terbang masih membutuhkan bahan bakar cair untuk jangka waktu yang lama ke depan, namun minyak mentah dari ganggang nantinya dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Namun sebelum minyak mentah ini dapat dimasukkan ke dalam sistem kilang sebagaimana minyak bumi, perlu dilakukan pemurnian awal menyingkirkan atom oksigen dan nitrogen yang berlimpah pada makhluk hidup . Laboratorium Savage sedang mengembangkan metode yang lebih baik dalam memproduksi lebih lanjut biofuel, memecahkan rekor minyak mentah sebelumnya yang mengandung 97 persen karbon dan hidrogen awal tahun ini. Sebuah kertas kerja ini saat ini sedang disiapkan.

Ganggang mudah hidup di perairan seperti kolam payau. Setelah terproduksinya biofuel dari ganggang yang ekonomis ini, peneliti memperkirakan bahwa areal kolam payau seukuran New Mexico akan bisa memberikan cukup ganggang untuk diproduksi menjadi minyak yang mencukupi konsumsi AS saat ini. (Oleh: Nur Fitrianto)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat