Bahaya Merokok dalam Mobil

Sudah tidak diragukan lagi, merokok memang tidak baik dimana pun kita berada. Namun, ternyata ada yang lebih berbahaya dibandingkan merokok di ruangan terbuka, yaitu merokok di dalam mobil.

Banyak orang yang merokok di dalam mobil dan tidak mengetahui apa penyebabnya. Ternyata, walaupun posisi jendela terbuka merokok di dalam mobil sangat membahayakan tubuh sendiri bahkan orang lain. Sebab, merokok di dalam mobil akan menciptakan polusi di luar batas “aman”, bahkan saat jendela dibuka sekalipun. Untuk memastikan betapa berbahayanya merokok di dalam mobil, maka diadakanlah penelitian dengan sebuah pengukuran terhadap 85 perjalanan mobil di Skotlandia.

Ternyata dari penemuan tersebut ditemukan fakta bahwa polusi yang ditimbulkan saat merokok di dalam mobil dapat memecahkan batas yang ditentukan WHO. Dalam 49 dari 85 perjalanan, pengemudi merokok lebih dari empat batang rokok. Selama 49 perjalanan merokok ini, angka yang dicapai adalah 85µg/m3, lebih tiga kali dari batas aman sebesar 25µg/m3 sesuai rekomendasi batas udara dalam ruangan yang ditetapkan WHO. Meski jika pengemudi hanya merokok sekali dan membuka jendelanya, angka polusi tetap melewati batas aman. Ancaman juga tak hanya dialami para pengemudi yang merokok. Penumpang lain yang berada di dalam mobil juga tak lolos dari intaian kematian saat ada yang merokok di dalam mobil.

Bahkan, penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang tidak merokok dan berada satu mobil dengan perokok selama satu jam akan mengalami peningkatan kadar karsinogen dalam urine-nya. Hal ini disebabkan karena ada beberapa kelompok kimia beracun yang ditimbulkan dari asap rokok, seperti meningkatkan butadeina, akrilonitril, benzena, dan etilen oksida.

Penelitian itu menganalisis 14 orang non perokok yang duduk di kursi penumpang. Lalu dilakukan tes urine sebelum dan sesudah responden duduk di bangku penumpang. Dalam satu jam, perokok bisa mengisap tiga batang rokok dan jendela mobil dalam keadaan terbuka hanya 4 inci. Hasilnya, dalam urine mereka yang non perokok, ditemukan 9 senyawa kimia berbahaya. Bahan kimia berbahaya itu berhubungan dengan kanker, penyakit jantung, dan pernapasan.

Larangan Merokok di dalam Mobil di Inggris

Di Inggris, menurut Tobacco Control, diperkirakan setiap tahunnya ada perokok pasif anak-anak mengalami lebih dari 20.000 kasus infeksi pernafasan, 200 kasus meningitis bakteri, dan 40 bayi meninggal mendadak. Selain itu, ada 120.000 kasus anak dengan penyakit pada telinga, dan sekitar 22.000 kasus mengi, dan asma pada anak-anak akibat menjadi perokok pasif. Hal ini dipastikan karena banyak pengemudi yang merokok dan di dalamnya banyak anak-anak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejak 1 Oktober 2015, Inggris telah memberlakukan larangan merokok dalam mobil yang membawa penumpang anak-anak atau di bawah usia 18 tahun. Peraturan tersebut dibuat bukan semata-mata hanya asumsi saja, namun ini didukung oleh sejumlah penelitian yang menunjukkan bahaya paparan asap rokok ketika anak-anak berada dalam satu mobil dengan orang yang merokok. Bahkan, meskipun jendela mobil dibuka saat merokok. Banyak orang yang berpikir bahwa dengan membuka jendela mobil dapat membersihkan udara saat merokok di dalam mobil. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah udara dari luar tersedot dan mendorong asap langsung menuju penumpang di kursi belakang.

Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar zat berbahaya di dalam mobil ketika sopir merokok. Hasilnya, terjadi peningkatan pesat terhadap kadar zat berbahaya seperti partikel halus atau Particulate Matter (PM) 2.5 di sekitar pengemudi dan juga di kursi yang diduduki anak-anak, meski jendela mobil dibuka.

Partikel halus tersebut bisa masuk ke dalam paru-paru anak dan juga aliran darah, sehingga meningkatkan berbagai risiko penyakit. Paparan asap rokok yang cukup sering bisa menyebabkan anak mengalami radang tenggorokan, asma, pneumonia atau radang paru-paru. Paparan dalam jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko kanker. Untuk itu, larangan merokok dalam mobil ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari bahaya asap rokok.

Dengan adanya peraturan ini, maka untuk melindungi anak-anak sebagai perokok pasif di mobil yang bisa terkena dampak buruk asap rokok. Selain itu, pemerintah Inggris berharap agar peraturan tersebut dapat dipatuhi oleh perokok, sama halnya dengan mematuhi peraturan memakai sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.

Bagi siapa pun yang melanggar akan didenda 50 Poundsterling atau setara dengan Rp 1,1 juta. Itu berlaku baik untuk pengemudi atau salah satu penumpang di dalam mobil. Selain itu, denda juga akan diberikan pada pengemudi karena dianggap memperbolehkan seseorang merokok di dalam mobil sementara ada anak di bawah umur. Undang-undang tersebut juga berlaku untuk semua jenis kendaraan, baik kendaraan pribadi atau angkutan umum, kendaraap tertutup maupun kendaraan atap terbuka.

Semoga tindakan pemerintah Inggris ini dapat ditiru oleh negara lainnya termasuk Indonesia, mengingat bahayanya merokok apalagi di dalam mobil. (Oleh: Novita Puspa)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat