Ayo Lawan dan Cegah Tuberkulosis Sejak Dini!

Tahukah Anda, apa itu penyakit Tuberkulosis (TBC), dan sejak kapan pertama kali penyakit ini muncul? Sejatinya, penyakit TBC sudah dikenal sejak tahun 410 Sebelum Masehi (SM) oleh Hippocrates (460-380 SM), yang mencatat adanya sejenis Tuberkulosis yang dikenal di Yunani Kuno dengan sebutan phthisis. Kemudian, di abad ke-19 barulah diketahui sebanyak 25 persen penyakit penyebab kematian di Eropa adalah Tuberkulosis.

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui udara ketika seseorang yang terkena penyakit ini mengalami batuk, bersin, atau aktivitas lain yang mengeluarkan droplet air liur di udara. Umumnya, pada orang dewasa, bakteri TBC menyebar di paru-paru, kemudian menghancurkan lapisan organ pernapasan dan mengganggu rongga napas yang pada tingkat tertentu penderita dapat menyebarkan infeksi tersebut.

Kemudian, pada 24 Maret 1882, seorang dokter Jerman bernama Robert Koch (1834-1910) berhasil menemukan mikroba penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis. Penemuan bakteri tersebut dianggap sebagai langkah penting dalam sejarah kesehatan, karena menjadi awal dari penelitian untuk menegakkan diagnosa medis Tuberkulosis dan untuk menemukan obat yang dapat menyembuhkannya. Oleh karena itu, untuk menghormati dr. Robert Koch yang telah berjasa menemukan bakteri penyebab TBC, maka setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia.

Nah, setelah Anda mengetahuinya, maka salah satu cara mencegah TBC adalah dengan menghentikan penularan TBC dari satu orang ke orang lain. Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mencegah TBC.

  1. Pemberian vaksin BCG. Vaksin ini efektif untuk mencegah TBC sampai seseorang berusia 35 tahun, dan efektivitasnya bisa meningkat bila tidak ada pengidap TBC di lingkungan tempat tinggal Anda. Vaksin ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an, dan paling banyak digunakan untuk memvaksin hampir 80% bayi baru lahir di seluruh dunia.
  2. Diagnosis sejak dini. Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila dilakukan diagnosis dan pengobatan sejak dini. Sebab, seseorang dengan penyakit TBC dapat menularkan bakteri kepada 10-15 orang setiap tahunnya.
  3. Menjaga lingkungan tempat tinggal. Risiko infeksi bisa dikurangi dengan membuat sistem sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus di rumah, dan berikan juga pencahayaan yang cukup bagi rumah, karena sinar UV dari matahari mampu membunuh bakteri TBC. Jadi, pastikan rumah Anda mendapatkan pencahayaan yang cukup ya.
  4. Tingkatkan sistem imun. Sistem imun bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Sistem imun yang baik membantu Anda terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC.

Ayo lawan dan cegah Tuberkulosis sejak dini!

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat