Atasi Krisis Energi dan Pemanasan Global dengan Go Green Listrik

 

Pentingnya penghematan listrik bukan sekadar untuk mengurangi pengeluaran bulanan semata, namun bermanfaat pula untuk mengatasi masalah kurangnya pasokan listrik, serta dapat mengurangi ancaman pemanasan global.

Isu global yang akhir-akhir ini menghebohkan dunia, yaitu gejala global warming atau pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Global warming dipicu oleh aktivitas menusia akibat gas efek rumah kaca, dimana salah satu hal yang banyak digunakan manusia adalah listrik.

Sejak awal ditemukannya, listrik telah berkontribusi banyak dalam kehidupan manusia. Peranannya sangat beragam, mulai dari fungsi sederhana seperti untuk penerangan, hingga dapat digunakan sebagai media transmisi data untuk keperluan telekomunikasi. Seperti motto PLN “Electricity for A Better Life”, listrik memang menjadikan hidup manusia jauh lebih baik. Secara tersirat, motto tersebut mengimplikasikan bahwa listrik sedikit banyak turut mengambil peran dalam hal memajukan sebuah bangsa. Bagaimana tidak, hampir semua media pembelajaran dan sumber informasi menggunakan listrik sebagai sumber energinya.

Sayangnya, meskipun hal tersebut terus dilakukan namun masih banyak masyarakat yang tidak mau melakukan budaya hemat listrik, dikarenakan pengetahuan mereka yang masih terbatas mengenai manfaat earth hour sendiri. Menumbuhakan kesadaran budaya hemat listrik merupakan suatu hal yang hingga saat ini masih terus di upayakan. Hingga saat ini, program earth hour masih dianggap sebagai solusi permasalahan krisis energi yang efektif, namun hanya sebagaian kecil masyarakat saja yang mengetahui. Sehingga, strategi peningkatan budaya hemat listrik melalui program earth hour secara berkala perlu dilakukan.

Hampir 40% emisi karbon dihasilkan oleh sektor ketenagalistrikan. Semakin tinggi konsumsi listrik, maka semakin tinggi pula emisi karbon yang dihasilkan dari pembangkit listrik, karena 60%-nya menggunakan bahan bakar fosil. Sementara itu, pembakaran bahan bakar fosil adalah penyebab utama terjadinya pemanasan global, yang berdampak pada meningkatnya suhu bumi secara global.

Ironisnya, disaat masih banyak penduduk Indonesia yang belum dapat menikmati listrik, namun  banyak kelompok yang memiliki kemudahan akses listrik justru melakukan gaya hidup boros tanpa menyadari bahwa listrik adalah komoditas yang terbatas dan selayaknya dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Permintaan listrik yang kian meningkat dan boros, sementara kapasitas pembangkit listrik yang ada terbatas, sehingga mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir.

 

Menghemat Listrik Atasi Krisis Energi

Menghemat listrik adalah suatu kegiatan yang dapat membuat konsumsi energi listrik menjadi berkurang dengan berbagai cara. Selain listrik, kita perlu juga untuk berhemat air yang kita dapat dengan cara membayar, yakni PAM maupun dengan cara gratis, yakni sumur bor.

Rumah tangga memiliki kontribusi yang sangat besar pada konsumsi energi listrik. Oleh karena itu, penghematan listrik di rumah tangga tentu akan sangat bermanfaat bukan hanya bagi rumah tangga itu sendiri, namun juga bagi penghematan energi. Efisiensi sangat besar artinya dan akan menyebabkan banyak perubahan. Penghematan energi listrik juga akan menghemat pengeluaran pada anggaran keluarga atau rumah tangga.

Dampak dari pemborosan energi listrik, air dan sumber daya lainnya umumnya bersifat negatif serta akan memberikan kerugian bagi kita semua di masa yang akan datang. Listrik yang terbatas, sebagian dibangkitkan dari PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik lainnya juga dapat menimbulkan polusi bagi lingkungan hidup.

Begitu pula jika kita menggunakan air secara tidak terkendali, tentu saja hal ini dapat menyebabkan menurunnya debit air tanah. Hal ini mampu mempercepat intrusi air laut ke darat serta dapat menurunkan atau merembeskan tanah ke bawah, sehingga lama kelamaan akan tenggelam oleh air laut.

Melihat dampak yang ditimbulkan dari penggunaan listrik dan air yang berlebih, maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang serius.

Berikut tips sederhana untuk menghemat listrik, antara lain matikan lampu jika kita tidak menggunakannya; gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar); cabut steker listrik barang elektronik yang tidak kita gunakan (bisa juga menggunakan stop kontak untuk mematikannya); gunakan alat penghemat listrik yang bagus; dan matikan lampu, tv, radio, dan lain-lain saat tidur. Di samping itu, pilih barang elektronik yang hemat listrik; ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik; cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.; gunakan energi gas LPG untuk memasak; serta gunakan energi matahari untuk memanaskan air, dan lain-lain.

Sedangkan untuk menghemat penggunaan air PAM, sebaiknya gunakan toilet yang bisa mengatur besar kecil pengeluaran air; cuci kendaraan seperti mobil dan motor di tempat cuci yang menggunakan air pam atau air bawah tanah yang membayar pajak; mandi dengan pancuran air; memakai mesin cuci pakaian otomatis yang hemat air; dan minum dari air kemasan yang higienis. Selain itu, kita juga harus mengawasi jalur pipa air agar jangan sampai bocor; kemudian menggunakan air bekas mandi dan cuci untuk menyiram tanaman di pagi dan sore hari (gunakan sabun yang ramah lingkungan); matikan keran air ketika sedang sabunan saat mandi, mencuci piring, dan sebagainya; serta membuat sumur resapan air pada tempat tinggal kita untuk mengganti air yang kita konsumsi.

Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam program hemat energi listrik perlu terus disemangati. Masyarakat perlu dicerahkan bahwa dengan menghemat energi listrik berarti mereka telah berpartisipasi dalam membantu masyarakat Indonesia lainnya yang belum mengenyam nikmatnya listrik. Kegiatan edukasi publik tentang pentingnya penggunaan listrik ini harus dilakukan secara efisien dan terus dilakukan. Ayo kita sama-sama untuk “Go Green Listrik”, Sehingga, dengan cara itulah kita dapat menyelamatkan dan mengatasi krisis energi serta pemanasan global.

(Oleh: Abdullah Baradja)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat