Ampere, Feri Bertenaga Listrik Pertama di Dunia Kurangi Emisi dan Kebisingan

 

Kebanyakan kapal feri memakai bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi penggeraknya. Namun, selain berdampak pada biaya operasional yang tinggi, pemakaian BBM juga menimbulkan beberapa masalah lingkungan, misalnya emisi gas buang CO2 yang cukup besar dan kebisingan suara yang tinggi. Kedua hal ini dapat mencemari air laut dan membahayakan kelangsungan hidup habitat di dalam laut.

Berkaca pada fenomena tersebut, sejak beberapa tahun terakhir, ada negara-negara yang tengah mengembangkan feri yang menggunakan tenaga listrik dalam operasionalnya sehari-hari. Feri bertenaga listrik ini diharapkan dapat menekan biaya bahan bakar dan mengurangi dampak buruk terhadap lautan yang dilintasi setiap hari.

Ampere adalah feri inovatif yang dibuat untuk Norled oleh Norwegian Shipyard Fjellstrand di Omastrand, dengan kolaborasi bersama Siemens dan Norled. Ini merupakan feri yang bertenaga listrik pertama di dunia, sehingga jumlah emisinya nol dan kebisingan yang ditimbulkan juga minimal.

Feri tersebut dikirimkan pada Oktober 2014 dan operasi komersialnya dimulai pada Mei 2015. Kapal canggih tersebut beroperasi pada lintasan sepanjang 5,7 km, yang melewati Sognefjord di antara Desa Lavik dan Oppedal. Jadi, trip yang dijalankan sekira 34 trip per hari, dan setiap trip membutuhkan waktu sekitar 20 menit, di luar waktu 10 menit untuk loading dan unloading mobil-mobil dan para penumpang. Pada tahun lalu juga, Ampere dinominasikan dalam penghargaan Nor-Shipping 2015 Energy Efficiency Award.

Ampere menciptakan tonggak sejarah sebagai feri yang bisa beroperasi di sepanjang garis pantai Norwegia dengan bebas emisi secara sempurna. Untuk ke depannya, tersedia sekurang-kurangnya 50 rute lain yang sekarang sudah dapat mendukung kapal yang dioperasikan dengan baterai bertenaga listrik.

Latar Belakang Pembuatan Ampere

Ampere merupakan hasil dari kompetisi yang diadakan oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi Norwegia di 2011, untuk mengembangkan feri ramah lingkungan yang menyediakan servis penghubung kedua desa tersebut (Lavik dan Oppedal). Norled memenangkan kompetisi tersebut, sehingga perusahaan tersebut mendapatkan hak konsesi untuk beroperasi di rute tersebut sampai 2025.

Detil Ampere

Ampere didesain sebagai kapal dengan dua lambung. Panjangnya 80 meter dan lebar 21 meter dengan tujuh kabin untuk kru kapal dan 140 kursi. Jumlah penumpang yang dapat diakomodasi feri ini sebanyak lebih kurang 360 orang dan mobil yang bisa masuk sejumlah 120 unit.

Lambung Ampere dibangun dengan aluminium, bukan baja, untuk mengurangi keseluruhan berat feri secara signifikan.  Sehingga beratnya hanya separuh dari berat feri konvensional. Berat kapal yang rendah tersebut memungkinkan optimalisasi bentuk lambung kapal, serta menciptakan sistem pendorong yang berefisiensi tinggi.

Beberapa fasilitas yang terdapat di dalam feri tersebut, antara lain lampu penerangan LED, solar panel dan pemanas ruangan, pemanas air elektrik, sistem ventilasi dan pendingin ruangan (HVAC), dengan sebuah sistem pengembalian sisa panas untuk konsumsi rendah energi. Kapal yang ramah lingkungan ini mengurangi penggunaan 1 juta liter diesel, 570 metrik ton karbon dioksida (CO2) dan 15 metrik ton emisi nitrogen oksida (NOx) setiap tahunnya apabila dibandingkan dengan feri konvensional yang beroperasi di rute sama.

Tenaga Penggerak Ampere

Sistem tenaga penggerak kapal mengintegrasikan solusi Siemens BlueDrive PlusC. Solusi itu dilengkapi dengan sistem kemudi, baterai, manajemen energi dan alarm terintegrasi. Solusi itu juga memiliki motor elektrik 450 kW, yang salah satunya mengendalikan alat pendorong. Motornya dilengkapi dengan baterai lithium-ion dengan keluaran sebesar 1.000 kWh dan beratnya 10 ton.

Baterai lithium-ion dapat diisi kembali (recharged) dalam waktu 10 menit ketika loading dan unloading pada setiap trip dari stasiun charging yang berlokasi di pelabuhan tempat berhenti, dan ini langsung dari jaringan lokal bertenaga hydroelectric. Stasiun charging berada di sebuah bangunan kecil yang kira-kira berukuran sebesar kios koran. Sebuah baterai berkapasitas 260 kWh juga ditaruh pada setiap pelabuhan untuk sebagai cadangan suplai energi.

Alasan mengapa Siemens dan Norled memutuskan untuk menginstal tiga paket baterai Corvus Energy adalah karena jaringan listrik di daerah tersebut cukup lemah. Setiap paket baterai mempunyai keluaran (output) sekira 1.600 baterai mobil standar. Dengan menggunakan baterai, pemilik kapal yaitu Norled dapat menurunkan biaya bahan bakar sampai 60%.

Rolls-Royce menyuplai pendorong Azipull-nya, mengintegrasikan baling-baling controllable pitch propeller (CPP) yang muat di lambung kapal. Sistem penggerak kapal itu memungkinkan kapal berlayar dengan kecepatan 10 knot per jam. (Oleh: Ria E. Pratiwi)

integriti

Berikan Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat